India survival kit, enam hal yang wajib kamu pahami sebelum plesir ke India

Bukan di Tanah Abang ya

Judulnya udah ala-ala artikel LINE Today belum nih? He he

Mumpung masih anget, selesai trip langsung dibuat rangkumannya di sini. Actually India ini negara yang cukup kompleks tapi cantik banget dan banyak lyfe hack-nya untuk survive traveling ke negara ini.

Untuk trip India kali ini, kami cuma punya waktu persiapan satu bulan aja. Kalau bukan karena promo AirAsia dadakan pun, mungkin ngga akan pergi. Dan yang jelas semuanya kami atur sendiri tanpa ikut-ikut open trip apapun.

Nah jadi karena udah disebutin, India negara yang kompleks, pun buat traveling. Tapi di sini saya akan share beberapa hilight yang bisa berguna buat temen-temen yang berencana ke India.

Here we go! So ini basic knowledge sebelum ke India:

1. Ketahuilah India ini negara yang super luas, sebagian daerahnya punya dua musim (panas dan dingin). Misalnya Delhi, Jaipur, dan Agra, ketiga berbeda provinsi tapi iklim masih sama.

Sekitar Desember – Januari disebut-sebut sebagai puncak musim dingin, titik terdingin ada di sekitar 11-13 celcius but it feels like 9 celcius. While, musim panas biasanya ada di sekitar bulan Mei-Juli dengan titik terpanas sampai 39-40 celcius.

Jadi mending pergi di bulan apa nih? Balik lagi mau ke provinsi/kota apa. Untuk kami, Jaipur, Delhi, dan Agra cukup asik dikunjungi pas lagi musim dingin. Down side-nya kadang hujan dan berkabut, tapi bagusnya ya ngga keringetan dan orang-orangnya juga ngga bau :p (buat yang tanya ‘India orang-orangnya bau ngga?’ Ya tentu tida, karena kami ke sini pas musim dingin hehe).

2. Visa gratis dan ngga ribet via e-visa

Di pertengahan 2018 pemerintah India menggratiskan visa untuk berbagai kunjungan. Mudahnya lagi, cukup dengan e-visa, kita udah bisa dapet permit tinggal 60 hari dengan double entries.

Untuk bikin visa, dokumen yang diperluin cuma scan passport dan foto. Prosesnya cuma tiga hari kerja. Kalau kalian granted bakalan dapet email yang nantinya ada petunjuk untuk ngeprint e-visa tersebut.

Lengkapnya bisa cek di sini. Harap di-note, free visa ini hanya untuk kedatangan di 25 bandara yang sudah ditentukan ya. Bisa dicek lagi di link di atas.

3. Sim card lokal susah banget

Meskipun teknologi di sana udah maju tapi tida semudah itu Ferguso untuk dapet nomor lokal. Sebelum trip kami sudah riset dan kebanyakan sistem verifikasi yang njelimet dan harus tunggu 2 hari untuk aktifin nomor lokal bikin turis kasih review jelek. Plus, beli nomor lokalnya sendiri pun udah susah.

Untuk bandara kelas Jaipur (yang katanya world best airport dengan kapasitas 2.5-5 juta) ini pun ngga ada kios buat beli nomor lokal.

Terus gimana cara survive di sana? Ada dua pilihan dan ini dua-duanya kami coba saat 7 hari di India:

Pertama, kalo kamu transit lumayan lama di KL belilah nomor lokal sana, aktifkan roaming-nya, dalam hal ini kami beli Digi, karena cost roaming per hari cuma Rp 30.000 jauh lebih murah daripada roaming Indosat untuk wilayah Asia Rp 250.000 untuk 3 hari aja.

Kedua, ingat India adalah negara tempat lahirnya banyak startup tech or giant tech company. Nah kami juga coba: Trabug. Layanan Trabug ini cukup oke, mereka rental smartphone yang udah diaktifin nomor lokal + udah diinstallin berbagai aplikasi lokal India seperti OLA, Zomato, dsb. Dan yang terpenting ini smartphone bisa difungsikan sebagai portable wifi.

Untuk pilihan smartphone-nya pun beragam dan ini juga harganya beda-beda. Kamu bisa dengan gampang booking unit Trabug di sini. Karena ini Delhi based, jadi buat yang first visitnya di luar Delhi, unit Trabug bisa dikirim pake ekspedisi ke hotel tempat pertama check-in.

Cara pakai Trabug ini cukup simple, mereka nyertain manual yang ngga njelimet. Setelah kalian selesai pakai, sesimple titip di receptionist hotel dan nantinya akan ada delivery man yang pick up.

Cost kemarin sewa Trabug ini $3,9 per hari, $9.9 delivery cost pp Delhi – Jaipur – Delhi dan deposit $ 65 untuk pemakaian selama 7 hari. Downside-nya karena kemarin hpnya pake Vodafone which is jaringannya kurang kuat di beberapa titik, jadinya perinternetan agak terhambat. Kalau bisa pilih, better pakai Airtel yang sinyalnya lebih kuat. Dan untuk beberapa wilayah Trabug belum bisa jangkau juga (India luas men!).

3. Andalanque: online transportation!

Untuk urusan transportasi wara-wiri, di kehidupan yang modern ini kita udah akrab dengan online transportation. Pun di India, dua provider terbesar adalah OLA dan Uber (wk re-install Uber nih).

Selama di sana kami pakai keduanya. Dan berdasarkan pengalaman, secara tarif ya gak beda jauh, paling selisih 5 rupee (Rp 1000 perak). Tapi kalo dari segi flow sebagai user, Uber bisa dibilang lebih simple karena setelah dapet driver yaudah kita tinggal kontak by chat aja.

Sedangkan OLA, setelah dapet driver kadang drivernya nelfon kita dengan Bahasa Hindi yang ngerti banget kan ya kita orang. Jadi buat OLA, nomor lokal jadi basic requirement buat kontakan sama abangnya.

Nah tapi yang menariknya dari OLA, kita bisa order auto rickshaw alias bajaj. Selain itu OLA juga ada fitur rental mobil hourly basis. Jadi semisal kita mau trip ke beberapa tempat dalam kurun waktu empat jam, bisa dengan mudahnya book di OLA.

Tapi untuk yang rental ini, ada baiknya kalian deal-dealan lagi di awal dengan driver, karena ada beberapa objek wisata yang agak melipir keluar kota dan bisanya si driver minta ditambahin charge-nya.

Keuntungan lain mengandalkan online transportasi, kita ngga perlu takut lah ditawar-tawarin atau dimampirin ke toko oleh-oleh 😂

*note untuk di Delhi, lebih baik naik Metro karena lebih irit duit dan waktu karena lalu lintas yang cukup padat.

4. India, negara dengan segudang apps delivery makanan

Ini penting gak penting sih, seberapa banyak sih orang traveling tapi beli makanan delivery? Wkwkw ini sih kami yang kelaperan tengah malem terus ngide order via Zomato.

Nah di negara kelahiran Zomato ini, untuk urusan referensi makanan lokal, kalian bisa andalkan app ini. Untuk delivery pun beberapa kali kami pakai Zomato. Tapi di luar itu bisa juga pakai Uber Eats. Nah ada juga Swiggy tapi sayang belum sempet nyobain (Yang ini kemarin liat di Delhi, gatau deh di kota lainnya).

Sama kaya OLA, kalo mau order via Zomato sebaiknya punya nomor lokal karena abangnya bakalan call pas mau delivery-in makanan. Kemarin ada beberapa case order dicancel (padahal udah kelaperan nunggu 46 menit) gara-gara abangnya gak bisa kontak kita (nomornya nomor Digi jadi doi anggap order fiktif kayanya).

Oiya ada juga Foodpanda yang iklannya lumayan di mana-mana tapi kemarin ngga sempet coba, begitu pula Swiggy jadi reviewnya bisa dibaca aja di Quora ya.

5. Ada baiknya tukerin dulu rupiah ke MYR

Nah basic preparation lainnya adalah uang. Jadi India Rupee ini termasuk yang jarang ditemukan dalam ready stok di beberapa money changer Jakarta. Untuk itu berhubung sempet transit lama di KL, rupiah yang kami punya, diconvert dulu ke MYR untuk kemudian ditukerin ke India Rupee di KL.

Alternatif lain kamu bisa tarik tunai di sana tapi lebih baik di bank negeri ya karena charge-nya ngga terlalu besar (Rp 30.000 sekali tarik, kemarin di SBI bank). Dan buat pedoman bisa dicek di sini.

Alternatif lain ya gesek credit card aja. Tapi untuk beberapa keperluan, misal belanja oleh-oleh kebanyakan pedagang masih perlu cash. Kalau mau ide boleh coba lokal cashless payment: Paytm yang lagi hits banget.

6. Pesen tiket kereta yang njelimet

Konon katanya kalo ke India ngga nyobain kereta jarak jauh tuh ada yang kurang. Nah buat yang mau pindah kota naik kereta, berikut fakta-fakta yang harus kamu hadapi.

12015 Ajmer Shatabdi Express

Pertama, jenis kelas perkeretaapian di India ini super banyak. Mulai dari yang unreserved class, second class, sleeper class, three tier AC class, two tier AC class, hingga executive AC. Biar makin jelas, tulisan di sini bisa jadi referensi sebelum kamu booking tiket.

First class AC sleeper

Kedua, tiket kereta di India ini high demand banget. Booking dari satu – dua bulan sebelum kamu trip sangat direkomendasikan. Mereka pun ada sistem waiting list, tapi ini repot banget karena last minute kepastiannya.

Ketiga, perkeretaan di India ini managed oleh IRCTC (India Railway Catering and Tourism Corporation), ya ibarat KAI di sini. Sebagai negara yang terdepan di teknologi, pesan tiket kereta pun udah bisa via online. Tapi jangan happy dulu, pesen tiket di situs online IRCTC ini cukup pain in the ass. Situs ngga stabil, lemot, kadang kode verifikasi ngga nyampe, dsb dsb.

Nah buat alternatifnya ada banyak situs yang melayani pembelian tiket kereta via online (ibarat kata kalo di Indo ada tiket.com, traveloka dan lainnya). Kemarin kami sempat beli di 12go.asia tapi ada beberapa tiket yang beli di situs IRCTC. Sangat disarankan untuk browsing sebanyak-banyaknya sebelum book tiket. Andalan kita semua untuk cari info soal perbookingan tiket kereta, bisa kamu cek di sini.

Urusan perkeretaan ngga akan kelar kalo cuma dibahas tiga paragraf, maka dari itu akan diulas di postingan berikutnya (kalo ngga keburu males ya hehe)

Nah, mungkin hal-hal di atas bisa jadi persiapan dasar kalau mau plesir di India. Oiya, ini kan kami cuma ke tiga kota ya jadi mungkin untuk wilayah lainnya ada sedikit perbedaan karakteristik.

Tips penting lainnya, plesir ke India ini bakalan banyak ketemu hal-hal yang bikin takjub juga kadang bikin geleng-geleng kepala. Mulai dari orangnya banyak yang gak mau antri, selalu klakson dan serampangan di jalan raya, tukang jualan yang maksa, bahkan kalian akan nemuin sapi, anjing, unta, monyet, bahkan gajah di jalan raya.

Apapun itu ya tipsnya: lower your expectation, nikmatin kumuh dan modern-nya India, dan be kind to other people. Inget ye kita cuma turis yang lagi bertamu ke negara orang. Ngga semua orang India itu seperti apa yang kita lihat dari luarnya aja.

Selama persiapan trip ada beberapa blog yang bisa dijadikan referensi: tripsavvy.com, travelvui.com, dan

Nah ada yang tanya, abis berapa trip kemarin? Berikut kisarannya:

Kemudian banyak yang nanya, is it worth to visit? Yep! Karena menurut kami, India ini cukup unik dan seru buat didatangin. India so far negara yang punya warisan budaya menarik, palace-palace cantik, dan banyak hal-hal seru yang ngga bisa diungkapkan lewat tulisan hehe

Ready for India? Happy plesir!

*ps akan dibuat tulisan per kota yang kami kunjungi, juga ulasan beberapa rekomendasi tempat makan (lagi-lagi kalo keburu ngga males hehe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s