Menelusuri Tembok-tembok ‘Artsy’ Negeri Jiran

Kuala Lumpur dan sekitarnya memang enggak pernah ngebosenin buat dikunjungi. Walaupun sudah sekitar empat kali ke sini, selalu nemu hal-hal menarik untuk diulas. Nah! Salah satunya street art. Entah kenapa, meskipun sudah ramai sejak dulu, akhir-akhir ini di Kuala Lumpur maupun kota-kota lainnya, street art semakin menjamur.

Di mana saja sih kamu bisa menemukan beragam coretan mural kece?

Penang

Sudah jadi rahasia umum kalau di Penang ada street art legend karya Ernest “ZACH” Zacharevic, street artist asal Lithuania yang terkenal. Tepatnya ada di sekitaran Lebuh Armenian. Kalau kamu ke sini, cukup nyewa sepeda dan keliling di sekitaran Lebuh Armenian, kadang peta wisata yang bisa kamu dapat di setiap hostel pun cukup berguna untuk perburuan street art di Pulau Pinang.

IMG_1119

Penang, 2015

IMG_0694

Enggak jauh dari Lebuh Armenian ada Step by Step Lane

Dua contoh di atas cuma segelintir dari sekian banyak street art yang ada di Pulau Pinang. Pariwisata setempat pun sampe punya guideline sendiri untuk menemukan street art, langsung diunduh aja di sini: street art map in Penang.

Melaka

Sepengetahuan saya, sih di Melaka baru-baru aja hits soal street art (mungkin setahun ke belakang), karena saat saya terakhir ke Melaka dua tahun lalu, banyak bangunan yang masih polos, alias belum dipoles dengan gambaran warna-warni.

Meskipun enggak banyak, tapi street art di Melaka ini lebih berwarna dan bervariasi. Mungkin ini karena beberapa di antaranya merupakan hasil CSR project brand- brand tenar, semisal Dulux dan Kiehl’s.

14046163_10210732831544712_1298756292180447261_n

Street art paling catchy hasil kolaborasi Dulux dan Kiehls

Enggak sulit buat nemuin street art ini. Letaknya persis di bangunan belakang Hard Rock Cafe. Melipir aja jalanan kecil di pinggir Melaka River, langsung deh sampai. Meski demikian saya sendiri enggak tahu bangunan apa yang hampir 80%-nya dihiasi cat warna-warni ini.

whatsapp-image-2016-09-12-at-10-31-43

Street art membentang di tiap bangunan sepanjang Melaka River

Jadi waktu dua tahun lalu ke sini, bangunan di pinggiran Melaka River ini masih polos, tapi tetep aja kece. Nah, sekarang hampir semuanya dipoles dengan mural. Meskipun random, tapi tetep nyeritain tentang unsur peranakan Melayu, mulai dari baju adat kurung, makanan dimsum, sampai gambar-gambaran kung-fu.

Biar lebih afdol, nikmatin street art di tepian Melaka River ini sambil naik kapal. Harganya 30 RM  untuk perjalanan bolak-balik.

malacca-orangutan-street-art

Orang Utan House Gallery, Lorong Hang Jebat (source: hype.my)

Satu lagi yang cukup terkenal adalah mural Orang Utan House di Jonker area, tepatnya di Lorong Hang Jebat. Orang Utan House ini sebenernya gallery berisi pernah-pernik terkait orang utan karya Charles Cham. Di sini kita juga bisa banget belanja merchandise lucu orang utan, mulai dari post card sampai kaos.

Kuala Lumpur

Selanjutnya, Kuala Lumpur. Karena memang wilayahya cukup luas maka perburuan street art di ibukota ini ngga pernah diniatin. Tapi lagi-lagi street art sepertinya jadi medium alternatif advertising yang sedang semarak di sini. Misalnya, iklan Allianz dan sebuah radio lokal yang pakai medium mural.

14089188_10210774401863944_8604246751647124210_n

Satu Perkara yang Paling Bermakna, Kampungku

Enggak tanggung-tanggung yah, mural-nya langsung gede sekaligus, mengokupasi satu tembok kosong. Di atas ini salah satu iklan Allianz yang pake medium mural, kayaknya sih buat produk-produk asuransi jiwa gitu, ya enggak, sih? Mural ini terletak di belakang Jalan Tun HS Lee.

14079533_10210774408264104_2872690992467902154_n

Konon Mengandung Makna Nasionalisme

Setelah penelusuran dunia maya, ternyata mural di atas dibuat secara kolektif oleh 15 seniman lokal saat perayaan hari kemerdekaan tahun lalu. Seyogyanya ini ada tagar #TanahAirku tapi entah kenapa udah dihapus. Kalau dilihat ada gambar harimau warna-warni, mungkin menyiratkan Malaysia yang beragam akan budaya dan ras (sotoy). Karena kalau kita inget sih harimau adalah lambang negara Malaysia. Buat nemuin mural ini, cukup jalan ke arah utara dari Tun HS Lee.

Sebenernya masih banyak street art yang ngga kefoto, karena saat lagi bengong di bis sekelebat liat yang seru-seru. Dan tentunya masih banyak spot di Kuala Lumpur yang punya street art kece-kece.

whatsapp-image-2016-09-12-at-10-47-28

Bonus. Instalasi karya kartunis terkenal, Lat.

Kalau di Indonesia punya Beni and Mice nah di Malaysia ada kartunis terkenal, Datuk Mohammad Nor Khalid alias Lat. Di beberapa public space kayak di halte bus dan stasiun RapidKL terlihat beberapa karya Lat yang menggambarkan keseharian warga Melayu.

Shah Alam

Shah Alam ini ada di luar Kuala Lumpur, kira-kira 25 kilometer atau 40 menit berkendara dari pusat kota Kuala Lumpur. Bentukannya mirip banget kaya daerah Bintaro, rumahnya gedongan, klaster-klaster gitu. Tapi bedanya di sini jalanannya sepi banget. Oh, kata supir Uber setempat sih, Shah Alam ini dikenal sebagai kawasan pendidikan.

Tapi yang menarik di sini adal dua lorong yang dipakai untuk instalasi beragam mural, namanya Laman Seni. Laman Seni ini diprakarsai oleh Shah Alam City Council yang berkolaborasi dengan artis-artis muda serta KHZNH Studio. Tujuan sih mereka konon cuma pengen menyulap beberapa lorong jadi atraksi publik yang enggak ngebosenin.

whatsapp-image-2016-09-12-at-11-19-18

Shah Alam, chill bangets

Ada dua blok yang disulap menjadi Laman Seni, Seksyen 2 dan Seksyen 7. Kalau naik bus, yang terdekat adalah Seksyen 2, tapi untuk mural yang beragam adanya di Seksyen 7. Jarak Seksyen 2 ke Seksyen 7 ini sekitar 5 kilometer. Jadi pilihan paling cocok adalah: Order Uber.

Dari 1000 Miles Hotel daerah Masjid Jamek, saya pergi ke Shah Alam pertama-tama menggunakan LRT Laluan Kelana Jaya hingga Stasiun LRT Bangsar, lalu berjalan sedikit dan disambung dengan bus RapidKL nomor 750 dari Opposite Stasiun Bangsar. Cukup 4 RM saja. Setelah melewati sekitar 6 halte, keluar masuk tol, memakan waktu 40 menit, nanti turun di halte  Sekolah Menengah Kebangsaan Sultan Abdul Aziz Shah (panjang ya). Dari situ kita bisa ke Laman Seni 2 atau Seksyen 2. Bentukannya hanya satu lorong kecil yang di sekitarnya banyak rumah dan ruko warga.

whatsapp-image-2016-09-12-at-11-19-22

Bas Sekolah di Seksyen 2, Laman Seni

14088669_10210774407784092_1911766742939794164_n

Laman Seni 2 Banyak Mural Beus

 

Jadi durasi kunjungan di Laman Seni 2 ini paling enggak sampai 15 menitan. Kalau kamu laper di sini ada KFC, lumayan juga buat ngadem. Habis dari sini bisa pesen Uber buat lanjut ke Laman seni 7.

Area di Laman seni 7 ini lebih luas, ada sekitar dua blok yang dipake buat mural, kalau dilihat sih kayanya tempat ini sering banget dipake buat acara-acara kesenian di sekitar Shah Alam.

14063950_10210774402023948_8027885265421286512_n

Udah Disediain Bangku Buat Berfoto

whatsapp-image-2016-09-12-at-11-19-15

Mural Paling Emesh, Super Mario!

14067545_10210774401583937_2728753439321982846_n

Jajaran AC yang Nampak Artsy di Toko Pojok Busana Muslim :’)

 

Yah pokoknya buat kamu yang hobi banget sama street art atau sekedar pengen selfie-selfie cantik, Shah Alam ini layak dikunjungi. Meskipun area sekitarnya enggak terlalu touristy, tapi di ruko-ruko ini ada beberapa warung makan, termasuk Subway.

Selepas foto-foto di Laman Seni 7, saya balik lagi ke KL dengan Uber. Tarifnya agak lumayan mahal, sih, karena jarak tempuhnya juga cukup jauh, jadi tarifnya sekitar 30 RM untuk rute Laman Seni 7 – Pasar Seni.

Selanjutnya tempat asik buat street art lainnya: Ipoh. Konon di sini kotanya klasik dan mirip-mirip Penang. Sekian ulasan jalan-jalan negeri jiran ya, semoga bisa dipetik manfaatnya.

Salam plesir!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s