#MenujuTimur2016 Honeymoon Trip + Budget

Well setelah badai pekerjaan dan persiapan ini itu yang cukup menyita waktu, finally hari H dilalui dengan alhamdulillah lancar.

IMG_9068 #Meniqa2016

Dan hingga tibalah waktunya untuk ber-honeymoon! Yay!

Setelah puasa ngga jalan-jalan selama enam bulan, akhirnya trip yang ditunggu-tunggu tiba juga. Labuan Bajo, here we gooooo!

Seperti orang-orang kebanyakan, saya pun udah punya plan dari tahun-tahun lalu buat trip ke LBJ, tapi masalahnya selalu ngga ada waktu cuti yang panjang buat ke sini.

Singkat kata, saya dan suami (wk suamik!) memutuskan buat ambil trip ke Labuan Bajo disambung ke Bali. Alasannya, karena kapan lagi kami punya kesempatan cuti panjang.

IMG_9111 Ciri-ciri udah mau sampe LBJ

What needs to prepare?

Nah pertama jelas tiket, hotel, itinerary, dan uang! Bukan rahasia lagi kalo biaya plesir ke timur Indonesia ngga murah, apalagi buat berdua.

Alhasil setelah scrolling dan tanya-tanya selama berbulan-bulan, kami pun menemukan satu agen trip yang bisa menjalankan itinerary kami dengan budget yang ngga terlalu lebay.

Kami pun berjodoh dengan @vakansitrip, paket yang ditawarkan harganya Rp 1.2 juta per orang untuk sailing dua hari, satu malam dengan kuota 2-4 orang.

Flight tiket

Untuk tiket pesawat kami memilih Air Asia untuk JKT – DPS – JKT dengan harga so so yang ngga kunjung turun, sekitar Rp 800 ribu pp per orang. Sedangkan untuk sampai di Labuan Bajo kami naik Garuda Indonesia DPS-LBJ-DPS dengan harga Rp 800 ribuan sekali jalan per orang.

IMG_9113 Pengalaman pertama naik ATR, bagasi bisa ditunggu di samping pesawat :’)

FYI tiket flight ke Komodo memang sekitaran Rp 600 rb – Rp 1.5 jt an. Kemarin beruntung banget dapet Garuda under Rp 1 juta karena mantengin di Traveloka

*Note: ada baiknya booking tiket setelah fix mendapatkan agen/guide di Komodo.

Hotel
Well karena ini trip yang cukup long dan kami berencana nginep di dua kota, maka milih-milih hotel jadi hal yang sangat menggemaskan.

IMG_9143 View dari depan kamar di Bay View Garden

Setelah prahara milih-milih hotel, akhirnya kami memutuskan untuk booking di Bay View Gardens untuk malam pertama di Labuan Bajo dan Exotic Komodo Hotel untuk malam terakhir.

Sedangkan di Bali kami memilih Villa Lestari 2 di area Umalas biar zen banget ngga terlalu hiruk.

*selanjutnya akan direview terpisah

Lalu bagaimana dengan itinerary?
Jadi secara garis besar, trip kami awali di Bali dan berakhir di Bali lagi.

Pelabuhan yang biru banget jelang sailing trip Pelabuhan yang biru banget jelang sailing trip.

Perjalanan dimulai Senin pagi, kami flight ke Bali dan transit sekitar 1 jam untuk kemudian lanjut ke Labuan Bajo dengan Garuda Indonesia. 

Sempet delay satu jam dari Jakarta tapi hamdallah masih kekejar flight selanjutnya. Sampai di Labuan Bajo kami menginap semalam di Bay View Gardens, keesokan paginya kami mulai sailing dengan rute:

Labuan Bajo – Pulau Kanawa – Gili Laba – overnight di tepian Gili Laba. Lanjut hari kedua ke Manta point – Pink Beach – Pulau Rinca – Labuan Bajo. 

Dan itinerary ini saya rasa cukup ideal buat first timers ke LBJ, semua spot yang direkomendasikan masuk dalam trip dua hari saja.

What to visit and what to do?
Saya akan menjelaskan sesuai urutan itinerary sailing trip di atas.

Labuan Bajo

Actually kota ini hanya di sekitar pelabuhan saja, bar paling hits namanya Paradise, sayang kemaren ngga sempet mampir karena waktunya mepet.

Bandaranya sepi tapi baru Bandaranya sepi tapi baru

Tapi kalau kamu mau ekspolor lebih dalan Labuan Bajo ada gua batu cermin juga yang memang jadi salah satu spot wisata di kota Labuan Bajo.

Pelabuhan dari sekitar Bay View Garden Pelabuhan dari sekitar Bay View Garden

Pulau Kanawa
First stop dari rangkaian sailing trip. Pulau Kanawa saat ini under management El Kabron, jadi bisa dibilang pulau ini dijadikan resort private.

Spot wajib foto di Kanawa Spot wajib foto di Kanawa

Beruntung buat kami yang ngga bermalam di sana ngga perlu bayar HTM, tapi memang di pintu masuk wajib nulis buku tamu dan ngga boleh bawa makanan dari luar.

Di Pulau Kanawa kita bisa berenang-renang santai sambil snorkelling. Hmm untuk underwaternya karangnya kurang berwarna tapi untuk ikan-ikanya lumayan menghibur.

Bawah laut setelah melewati rimba rumput laut Bawah laut setelah melewati rimba rumput laut.

Kami sempet beli makan di sini, french fries harganya sekitar Rp 50 rb dan minuman juice segar sekitar Rp 30 rb. Lumayan lah ya.

Gili Laba
Lanjut lagi berlayar ke Gili Laba sekitar 2 jam perjalanan. Di sini sebenernya kita mau liat sunset, tapi karena jam 4 sudah tiba, alhasil kita santai-santai dulu.

Pagi di Gili Laba (Lawa Barat) Pagi di Gili Laba (Lawa Barat)

Start jam 5 sore kami mulai nanjak ke puncak Gili Laba untuk ambil foto paling hits kaya di socmed orang-orang. Daaan boo’ nanjaknya lumayan! Buat kami yang jarang olah raga, bukit 200 m pun ditempuh dengan waktu 45 menit #jompo

Setelah melawan kejompoan <3 <3 Setelah melawan kejompoan

Tapi that’s all worth for this kind of beautiful view!

*Note: pakai alas kaki yang proper, sandal gunung atau sepatu sport atau sepatu nanjak. 

Setelah terseok-seok turun bukit sehabis maghrib, sampai kapal para ABK udah siapin makan malam. Enak banget!

Lalu kami bobok deh di kapal yang bersandar di perairan super tenang. Besokpaginya bangun dengan pemandangan kaya gini:

my kind of morning my kind of morning

Manta Point
Setelah sarapan di kapal, kami pun lanjut ke Manta Point. Waktu tempuhnya sekitar 1 jam dari Gili Laba

Di jalanan menuju Manta Point (foto mantanya blur, adanya video, tapi susah dimasukin ke laptop :') Di jalanan menuju Manta Point[/caption]

Dan sesampainya di Manta Point kita bisa dengan mudahnya ketemu manta yang lagi berenang-renang. Sayangnya ngga bisa nyebur karena arus pagi itu cukup kuat.

IMG_9339 Jam 8 pagi, jamnya mereka main-main ke permukaan

Pink Beach
Setelah puas nontonin manta berenang, kapal langsung lanjut ke Pink Beach! Yeay! Waktu tempuhnya sekitar 40 menit dari Manta Point.

Sejauh mata memandang cuma lautan biru yang tenang dan pulau-pulau purbakala tak berpenghuni. Sampai di Pink Beach jam 9 (tapi panasnya kaya jam 12 siang) dan masih sepiiiii banget!

Diperjalanan menuju pink beach <3 Diperjalanan menuju pink beach ❤

Karena kapal ngga boleh nurunin jangkar di tepi pantai, jadi untuk menuju  spot pink-nya kita wajib berenang! Aaaa airnya dingin banget tapi pas liat ke dalem terumbu karang dan biota lautnya cantik banget!

Dan sampai di pantai, beneran pink! Aaak! Puas banget karena pantai kosong sekosong-kosongnya.

Aslinya pink kok beneran! Aslinya pink kok beneran!

Pulau Rinca
Setelah puas guling-gulingan di Pink Beach, kami melanjutkan ke spot terakhir sailing trip ini. Huhu sedih.

Dari Pink Beach perjalanan yang ditempuh ke Pulau Rinca lumayan lama, sekitar 2.5 jam, jadi sepanjang jalan kita udah bisa mandi – makan siang – tidur siang hehe.

Baru juga mau masuk, doi udah nongol Baru juga mau masuk, doi udah nongol

Jadi finalnya kami mau liat komodo di Pulau Rinca, konon gosipnya kalau dateng siang-siang komodo jarang ditemukan.

Tapi kemaren kami tiba jam 12 siang dan ternyata sudah disambut si hewan purba di pintu masuk.

Karena udah cape maka kami pun mengambil jalur trek yang pendek. Sebenernya ada medium dan long, tapi butuh waktu sekitar 45 menit sampai 2 jam.

Tempat favorit komodo pada kongko, pasti ada mereka di area ini. Tempat favorit komodo pada kongko, pasti ada mereka di area ini.

Lalu mulailah kami ke area dapur, kalo kata orang-orang ini tempat kesukaan komodo berkumpul. Dan benar saja, banyak banget komodo di bawah rumah panggung ini. Agak menegangkan sih memang.

Dan karena kita udh cukup banyak ketemu komodo, akhirnya cuma treking ke bukit savana kecil dan balik lagi ke pintu masuk hehe. Yang penting udah ketemu komodo.

Para paraaa paradisee Mas Ranger, yang siklus hidupnya 10 hari tugas, 10 hari off :’)

Setelah semua itinerary dijalankan dengan menyenangkan, saatnya balik lagi ke Labuan Bajo. Surprisingly, kami sempet kena hujan di tengah laut, padahal sudah masuk musim panas :’)

Dan trip #MenujuTimur2016 ini takan berkesan tanpa kehadiran ABK kapal sewaan yang selalu refillin air tawar di kamar mandi dan masak yang enak-enak. Juga Mas Sadam, guide kami yang baru lulus dari sekolah tinggi pariwisata di Ruteng.

Our local guide, Mas Sadam Our local guide, Mas Sadam[•

Dan juga partner holiday honemoon kami Mas Wawan dan Mba Ima yang masih mau lanjut ke Kelimutu habis ini!

Our honeymoon partner Our honeymoon trip partner

Malam terakhir kami habiskan di hotel yang super deket dengan bandara, Exotic Komodo. Well, see you again Labuan Bajo! ☀️</

Berikut kisaran budget yang kami keluarkan untuk honeymoon trip ke Labuan Bajo untuk hitungan dua orang.

Flight Tiket
  • JKT  – DPS – JKT : Air Asia Rp 2.380.000
  • DPS – LBJ – DPS : Rp 3.500.000
Hotel
  • Bay view garden hotel: Rp 500.000/malam (untuk garden view) *untuk harbour view Rp 750.000
  • Exotic Komodo Hotel : Rp 550.000/malem
Sailing trip
  • Rp 2.100.000 (2 days 1 night, termasuk airport transfer pulang dan pergi, makan di kapal 4 kali, biaya masuk taman nasional, exculde sewa alat snorkeling)
  • Vakansitrip: 08119660612
  • Mas Sadam (Guide): 081338444594
Makan
Rp 300.000 (Makanan di timur agak mahal)
 
Oleh-oleh
Rp 300.000
   Untuk urusan sinyal, telkomsel di daerah ini memang belum ada tandingannya. Jadi baiknya siapkan dari sebelum sampai Labuan Bajo. Banyak yang bilang saat sailing akan sulit air tawar, tenang aja hampir kebanyakan kapal udah punya tangki air tawar yang direfill sebelum kita jalan.
    Sekian cerita yang bisa dibagi, review hotel segera menyusul. Kalau mau tau lebih detail feel free to ask on the comment below.
    Well see you on next post about the honeymoon island, Bali.
42a9f34c-5609-432b-a498-7f48db1c21d4

*phewww akhirnya tulisan ini selesai juga*

Advertisements