Penang – Krabi Overland dan Nyawa Seharga 700 Baht

Postingan ini sejatinya udah keluar beberapa bulan sebelumnya, tapi sungguhpun kalau mood ngga ada apa dinyana. Ngga mood bukan karena tripnya ngga menyenangkan, tapi karena saya menghapus nyaris semua dokumentasi plesir…

Di bawah alam sadar….

Delete all pictures……

Tapi rasanya saya harus tetep buat ulasan plesir ini, karena pertama, ini jadi plesir jauh terakhir di tahun 2015. Kedua, karena tanpa disadari ini adalah negara keenam yang saya kunjungi dalam kurun waktu lima bulan terakhir. (Pantes bangkrut maksimal!)

 

trip buddies kali ini

So it all started with tiket murah -as always- Air Asia. Setahun lalu saya dan beberapa teman booking tiket ke KL yang kalau ditotal harga tiket PP-nya sekira dua kali makan all you can eat di resto shabu-shabu Korea.
Ya pokonya masih murah.

Lantas rasanya kurang greget kalau plesir cuma di KL aja, akhirnya kami pun memutuskan Penang sebagai destinasi sampingan, dengan Krabi sebagai tujuan utama. So, Penang gimana?

How to get there
Ada dua opsi menuju Pulau Pinang. Pertama, jalan darat. Kita bisa pakai bis dengan waktu tempuh 6-7 jam atau kereta dengan waktu tempuh 6-8 jam. Kalau kamu pilih opsi ini, untuk tiba di pusat kota, masih harus menyambung ferry di Butterworth.

Sekitaran Malabar Lane

Opsi kedua, jalur udara. Tarif penerbangan lokal di Malaysia ternyata ngga mahal-mahal amat lho. Dua minggu sebelum jalan saya masih bisa dapet tiket 105 MYR. Dan setelah dibandingkan dengan jalan darat, selisihnya ngga terlalu jauh. Fix kami pun beli tiket AirAsia KL-Penang. Waktu tempuhnya cuma 50 menit.

Where to sleep?
Plenty of hostels tersebar di area world heritage. Tapi ada baiknya kita pesen online sebelum ketibaan. Ada hal seru saat kami akhirnya menemukan hostel di Penang.

Saya sudah jauh-jauh hari booking di Malabar Hostel, salahnya saya pilih sistem “pay later” di mana kita ngga dapet prioritas kamar.

Setelah muterin tiga lap sama supir taksi yang keder, sampailah di Malabar Hostel dan ternyata kamarnya full! Pegawai hostel langsung ngajakin kami buat ke hostel lainnya, tiba-tiba di tengah perjalanan ke hostel operan, “Hostelnya penuh! Lu gue cariin yang lain ya, ngga jauh kok!” Ujar pegawai hostel yang ternyata orang Indon.

“Lu jangan bilang-bilang ya (gue dari Indon) pasti nanti bos gue ribut,” ujarnya lagi.

Sementara kami masih bengong.

Koh Hendrik dan Yulita

Koh Hendrik dan Yulita

Usut punya usut Hendri, nama si pegawai hostel tadi, memang udah kerja di Penang dua tahun dengan visa alakadarnya. Pertemuan dengan orang setanah air pun ngga kami sia-siakan. Kami minta bantuan ybs buat cariin travel ke Krabi, Thailand juga rentalan sepeda.

Balik lagi soal menginap, banyak pilihan dengan harga terjangkau. Pilih daerah sekitar Love Lane, Lebuh Armenian, Lebuh Centra, atau Malabar Street.

Setelah kasus oper hostel, akhirnya kami dapet fasilitas yang ngga jauh beda dari hostel sebelumnya, malahan harganya lebih murah.

What to do
Penang ini merupakan salah satu world heritage di Malaysia, biasanya disejajarkan bareng Malaka. Jadi apa yang bisa kita lakukan di sini adalah berkeliling menikmati Kota Penang yang sangat tematik dihiasi dengan bangunan art deco yang tertata rapih banget.

Jalan jalan pagi di Penang

Area world heritage ini sebenernya ngga luas-luas amat. Tapi kalau kamu pilih kelilingin jalan kaki, akan jadi ide yang buruk. Lantas sewa sepeda jadi opsi paling ciamik. Cuma 10 MYR buat seharian sampe betis gempor.

Banyak yang bisa kita datangi di kota kecil ini, tapi kalau cuma punya waktu setengah hari, sebaiknya pilah pilih tujuan mana yang mau dikunjungi.

IMG_0694

Step by step uhh yeaaah– nama jalan paling azg

Saya sendiri kemaren cuma fokus di Lebuh Armenian (yang banyak mural), Georgetown city hall, keliling lewatin little India, dan ended up di tempat makan laksa Joo Hoi dan cendul di deket Jalan Penang.

sugnature dishes yang wajib coba: Cendul dan Laksa Ju Hoi

Krabi, next destination!

Setelah singgah di Penang ngga lebih dari 18 jam, siangnya setelah keliling kota kami cuss ke Krabi pakai travel. Tarif travel 70 RM dengan waktu tempuh 7-8 jam. Lama ya, tapi tenang jalan lintas negara Malaysia-Thailand ini mulus banget, aspalnya sekelas Tol Jagorawi.

Transit di Hat Yai, kaya kota di Jawa Tengah ye

Dan ini menjadi pengalaman overland lintas negara pertama kami. Pertama, exit border Malaysia dan masuk Thailand di kawasan Changlun. Di sini cuma cap paspor, tanpa ada proses nurunin barang dari travel. (Gampang banget nyelundupin barang aneh-aneh).

Selanjutnya kami transit sebentar di Hat Yai. Ohya jadi rute perjalanan kami: Penang, Changlun, Hatyai, Krabi. Di Hat Yai kami ganti armada travel yang membawa langsung ke Krabi. Waktu tempuh dari sini sekitar 3-4 jam.

Jam 9 malam, akhirnya kami sampai di Krabi. Gimana sih kotanya? Untuk kawasan wisatanya, Krabi ini ada di tepian Pantai Aonang, di mana berjajar banyak resto, tempat belanja, sampai kuliner kaki lima khas Thailand. Oiya Krabi ini punya populasi muslim paling besar di Thailand, jadi soal makanan insya allah halalan toyiban.

Where to sleep
Banyak hotel berjajar di sepanjang kawasan Aonang, mulai dari bintang 3 sampai hotel murah meriah.

Kami nginep di I Krabi Hostel Aonang, harganya Rp. 329 ribu per malem. Isinya twin bed gede banget, kamarnya lega. Rasanya cukup mewah untuk sekelas “hostel”.

What to do 

Waktu untuk explore Krabi cuma sehari, tanpa pikir panjang setelah check in kami booking paket island hoping seharga 700 bhat. Paketan ini mencakupi beberapa pulau tapi yang saya inget cuma Maya Bay dan Phi Phi Island.

Maya Bay setelah menempuh 1 jam perjalanan dalam badai :’)

Paginya pun tiba, disambut hujan dan langit mendung. Sialan banget ternyata udah beberapa hari cuaca di Krabi ujan terus.

Berhubung ngga bisa refund, nekatlah kami berangkat. Cuaca masih hujan daaaan it was my worst experience dalam berlayar! Kita cuma pake speed boat kecil, duduknya jejeran kaya angkot, dan cuma dikasih live jacket gitu doang.

Ombaknya mungkin sampe tiga meter dan nahkodanya kelas banget hajar-hajarin ombak badai di tengah lautan. Ini kalau emak gue tau bisa-bisa kena travel warning dikemudian hari. :’)

Selain sebut-sebutan nama Yang Maha Kuasa dan ngeledekin tur guide yang mirip Omas, saya udah ngga inget lagi apa yang kami obrolin.

Oiya yang paling cakep viewnya itu di Maya Bay, i mean dalam kondisi badai pun dia masih instagramable. Sedangkan kalo bicara Phi Phi Island kok ya so so. Di sini kami cuma makan siang dan snorkeling. Isi lautnya mengecewakan, i laff Indonesia deh pokonya.

Setelah badai berlalu~

Well, setelah dari Phi Phi cuaca mulai membaik, mood foto-foto mulai keluar lagi. (Meskipun ended up di trash bin hp)

Tur nyawa seharga 700 bhat ini pun kelar sekira pukul 5 sore. Samar-samar matahari mulai muncul. Kami langsung balik ke hostel, siap-siap eksplor kuliner Thailand yang enaknya sungguh HQQ.

Oke sekarang bicara makanan. Kalau kamu ke Krabi jangan masuk kafe, mending cicipin street food yang adanya gak jauh dari perempatan jalan menuju Pantai Aonang.

Selain murah, cita rasa Thailand-nya berasa banget. Saya beli makanan goreng-gorengan pakai sambel Thailand, Uchy beli nasi goreng yang spicy banget, Aini beli apa apa yah pokonya enak deh! Sayangnya ngga nemu sticky rice di sini.

Makan Nasi Kandar pas di Penang

Selesai makan malam, lanjut deh plesiran sambil cari oleh-oleh. Mirip kaya Malioboro, sepanjang Aonang banyak penjaja souvenir. Jangan lupa tawar menawar dan cek harga dari satu lapak ke lapak lainnya ya.

Biasanya buat dompet koin isi lima biji harganya 75-100 bhat. Kalau kaos sekitar 200 bhat, sedangkan tote bag bisa dapet 30-50 bhat.

Selesai belanja, balik ke hostel. Packing karena besokannya first flight ke KL lalu lanjut ke Jakarta.

tim nyawa seharga 700 bhat!

Begitulah perjalanan Penang – Krabi yang menutup plesir jauh tahun ini. Well lesson learned, saat beli tiket promo mungkin bisa sambil cek-cek perkiraan cuaca tempat tujuan biar ngga zong kaya saya. Meskipun trip ini penuh tawa-tiwi tapi kalau cuaca cerah pasti lebih seru lagi. So, shall we go back? :’)

Buat yang mau plesir dengan rute sama, cek budget dan itinerary di sini yuk!

*tulisan akhirnya beres setelah mengendap berbulan-bulan di draft*

*maaf fotonya dikit, tau kan alesannya kenapa*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s