Kembali Menikmati Float di Alam Bebas

We belong, we belong, we belong here
where the vibes from our old songs returning
With the force of a longing heart we’re here again

Sepenggal lirik Song of Seasons bisa jadi menggambarkan suasana di mana akhirnya kami bisa berjumpa lagi dalam satu ruang yang sama, di mana simbiosis mutualisme antara penggemar setia musik Float dan Float itu sendiri terjadi.

Yes, setelah satu tahun akhirnya kami bisa kembali ke alam, menikmati lantunan syahdu lagu-lagu favorit, di alam bebas. #Float11thAnniv begitu tajuknya, karena tahun ini Float tepat merayakan hari jadi ke 11. Lucunya di #Float2Nature Kiluan, mereka sempet bilang kalau tahun ini ngga akan ada acara perayaan di alam bebas, tapi ternyata justru tahun ini #Float11thAnniv sukses meninggalkan kesan yang cukup dalam buat kami-kami.

Floatmates tahun ini~

Floatmates tahun ini~

Tanpa woro-woro yang heboh, konsep Float2Nature kali ini ngajak Floatmates buat camping indie alias berdikari. Semua tetek bengek bawa sendiri, termasuk urusan makan. Well setelah ngajakin geng #TemanNontonMusik dan ternyata ada yang nyangkut, ditambah tim Float2Nature terdahulun dan circle cewe-cewe arsitek, berangkatlah kami bertujuh ke Situ Gunung.

Camping spot yang letaknya di Sukabumi jelas bukan hal yang mustahil buat kami. Cukup naik kereta dan lanjut carter angkot. Easy! Gaz!

Jiwa ambisius bikin kami eh tepatnya saya buru-buru booking tiket KA Pangrango PP kelas ekonomi. Cukup 50 ribu saja buat pp. Cheap! Gaz!

Turun di Stasiun Cisaat kami lanjut nyarter angkot sampe Situ Gunung, tarifnya 10ribu/orang. Yha mayan mahal sih tapi udah keburu males nawar lagi.

Setiba di Bungbuay Camp area, kami langsung disambut lantunan “Pulang” yang ternyata masih check sound. Jadilah sambil nontonin yang buat tenda sambil nikmatin sayup-sayup “Dan lalu…”

camping indie

camping indie

Belum ada jam 12 tenda udah rapi, karena lapar kami makan nasi padang yang sebelumnya udah kami bawa. Padahal mah jalan 300 meteran juga bisa nemu warung nasi. Hehe

Nah serunya di Float11thAnniv ini beneran ngga ada rundown. Pas nanya ke mz panitia kapan Float mulai main, dese cuma jawab, “Malem sih ya kan ngga ada rundown.” Ok sip.

Karena masih siang akhirnya kami mencoba jajal Danau Situ Gunung. Dari pos masuk sekitar 20 menit jalan kaki, sebenernya banyak mamang ojek tapi kan biar lebih edvencer (naon).

Danaunya kering :(

Danaunya kering 😦

Sampai Situ Gunung agak sad karena airnya lagi kering. Ternyata kemarau panjang memang benar adanya. Akhirnya cuma foto-foto alakadarnya dilanjut leyeh-leyeh di tepian sambil ngobrol ngalor ngidul.

Sore-sore sebelum gelap kami memutuskan balik. Laper, pengen masak azg. So’ masak.

Berhubung konsepnya camping indie, jadi bener-bener kebutuhan perut pun kita urus sendiri. Untung perginya bareng anak-anak gunung yang baru kenal alam jadinya logistik lengkap semua.

Processed with VSCOcam with hb1 preset

masak-masakan (photo: Ilmaulidina)

Jam 8 malem, Floatmates mulai berkumpul di area tempat Float main. Jiwa ambisius memanggil, buru-buru kami cari spot paling ena. Paling depan.

Ngga lama Float mulai gegenjrengan, bawain “Pulang”, “Waiting in Vain”, dan ternyata masih check sound~

Float manggung beneran sekira pukul 9 malam. Baru dua lagu lalu turun hujan, misbar. Hujan reda, balik lagi nyanyi, eh selesai satu lagu hujan lagi. Om Meng sampe bilang, “Yah kok gini sih,” Hamdallah semesta masih mendukung, hujan perlahan reda dan samar-samar muncul purnama. Ah sukak!

super intimate night

super intimate night

Tanpa stage, tanpa lighting, tanpa setlist, genjrengan asik mulai melantun dari satu lagu ke lagu lainnya. Ngga cuma tembang (azg kan) milik Float aja yang dibawain, Float2Nature kali ini banyak banget bonus tracknya.

Durasi yang sekitar tiga jam ini bikin Om Meng mati gaya mau bawain lagu apa. Akhirnya mulai dari lagu-lagu The Beatles, Sting, sampai Slank pun dibawain. Paling pecah sih pas bawain “Terlalu Manis”-nya Slank. Sampai lupa ngerekam :’)

Sementara yang selalu always menjadi penutup :')

Sementara yang selalu always menjadi penutup :’)

Kalau tahun lalu Float berbagi panggung dengan Banda Neira dan Payung Teduh, tahun ini tiga jam penuh dikuasai oleh Float, yang sesekali break istirahat karena lelah.

Dan kalau sebelum-belumnya denger tembang andalan sejenis “Pulang” dan “Surrender” cuma satu kali, kemarin mereka bawain tiga kali. :’)

Saking mati gayanya.

Tapi seperti biasanya “Sementara” menjadi lagu pamungkas sekaligus penutup setelah Float potong tumpeng. Tepat jam 12 lewatan dikit berakhirlah kebahagiaan semu sing along bareng Floatmates di alam terbuka di tengah temaram cahaya..ahh…

Selalu dan selalu Float2Nature meninggalkan kesan yang dalam buat saya dan ternyata buat semua yang sudah pernah ikutan acara ini.

mandatory photo

mandatory photo

Tapi menurut saya, konsep sederhana Float11thAnniv ini yang paling asik dan berkesan, serta murah (cuma modal kaos F2N tahun lalu). Ah semoga simbiosis mutualisme antata Float dan Floatmates jangan henti di sini ya.

 

Float2Nature 2014-2015 selalu berkesan~

Float2Nature 2014-2015 selalu berkesan~

Happy Birthday Float! Terima kasih atas jamuan tiga jam genjrengan asik tempo hari! Sungguh semoga kita masih berjodoh di Float2Nature berikutnya!

Until next good times, until we Float again. ❤

Jadi pantai apa gunung? Apa aja yang penting nyanyi bareng! 😉

ringkesan Float2Nature Kiluan 2014 bisa dibaca di sini  sekalian ngumpulin remahan memori tahun lalu. ehe ehe

dan lalu sekereta~

dan lalu sekereta~

*ditulis di sepanjang perjalanan pulang Tebet-Bogor*

*sambil dengerin Stupido Ritmo edisi Float11thAnniv*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s