Hongkong Macau, Kisah Plesir Cendilian Tanpa Nyasar

Siapapun penyuka jalan-jalan pasti tersimpan keinginan buat nyobain plesir sendirian ke luar negeri. Pasti deh. Nah begitupun dengan saya, kebetulan banget pas jadi TKW sebulan di Guangzhou ada kesempatan buat mampir Hongkong dan Macau, tapi….cendilian.

IMG_6639

Manfaatin libur mayday, saya cuss naik kereta dari Gz east central station dan finish di HungHom Kowloon, HK.

Sejatinya saya janjian sama temen yang kebetulan lagi business trip ke HK, tak dinyana jadwal yang ngga cocok mengharuskan saya menghabiskan tiga hari sendirian di negara bahasa rumput dan portugis.

(Tapi kita akhirnya sempet ketemuan dan bersama menyicipi kemegahan MTR Hongkong)

Hal yang terpenting saat harus jalan-jalan sendirian adalah riset dan itinerary. Apalagi dengan waktu plesir yang ngga banyak, kita harus pinter-pinter atur waktu dan rute.

Riset biasanya cuma bacain blog orang, kemudian buat “list to visit” yang akan disempurnakan dengan itinerary dilengkapi rute transportasi dan budget.

Karena cuma sendirian, mau ngga mau kita harus paham setidaknya lokasi tempat nginep favorit, pusat belanja, rute MTR, dan spot wajib dikunjungi.

Nginep
Untuk nginep saya booking di Nathan Road, Mongkok via booking.com dengan sistem pay later. Nathan road ini cukup strategis dengan stasiun MTR terdekatnya adalah Jordan.

Nathan Rd.

Nathan Rd.

Selain kawasan Nathan rd, kawasan favorit lainnya ada di Tsim Tsa Tsui yang sangat dekat dengan pusat perbelanjaan di daerah Avenue Stars.

Perlu diketahui, bentukan hostel di HK ini adalah apartemen atau rumah susun yang dijadikan hostel. Jangan kaget kalau kamu harus masuk ke gedung yang agak bronx dan naik ke lantai 11 dengan lift yang sempit.

Perlu dicatat juga, orang HK ini sungguh business minded dan agak licik. Jadi saya sudah booking 1 bed di 5 female bedroom. Sudah bayar, sudah dapet bed, kemudian saya tinggal pergi lah. Sesampai balik ke hostel, ternyata bed saya udah dipake orang lain. Zonk!

Untung si kokoh hostel tuan tanah di sini, saya pun dioper ke hostel lain yang masih berada di satu gedung dan dapet twin bed share sama bule Amerika yang dia juga dioper dari hostel yang sama kaya saya. Hih! Bete sih tapi untung dapet fasilitas yang lebih bagus.

Kejadian ini pun berulang di malam kedua. Saya dipindah lagi ke twin room dan share sama cewe Korea. Pokonya seru lah!

Oiya rata-rata hostel di sini harganya sekitar 150 HKD per malam. Jangan kaget, rate penginapan di HK itu agak bikin meringis tapi fasilitas pas-pasan. :’)

What to do in HK?
Kalau kamu googling, info seputar HK ini sungguh betebaran. HK sangat turistik, banyak ulasan dan tips. Nah berikut ini hasil riset online yang kemudian saya datangi saat plesir cendilian:

Hari pertama

1. Avenue Stars
Wajib lah karena kita bisa lihat pemandangan sekitaran Victoria Harbour dan juga Pulau Hongkong yang kece banget.

IMG_6260

Di sekeliling Avenue Stars juga banyak cap tangan artis asia ala Hollywood. Meskipun yang saya tau cuma Jackie Chan ya nda apalah, feel plesir di sini berasa banget.

Nah kalau malam ada dancing light di mana, lampu gedung-gedung di seberang Avenue Stars bakalan dimainkan. Kalo ngga salah jam mainnya sekitar jam 7-8 malem. Tempo hari masih asik ngubek ke Ladies Market jadi ngga kekejar deh.

Ke sini cukup naik MTR dan berhenti di Tsim Tsa Tsui lalu cari exit yang menuju Avenue Stars.

2. City Gate
Alkisah ini pusatnya barang-barang FO yang dibandrol murah, saya ke sini sih cuma pengen liat-liat dan janjian sama temen saya.

Sejauh mata memandang hasrat belanja saya kurang tegugah di sini. Selain karena barangnya biasa aja, harganya juga ngga jauh beda sama di Jakarta.

Ke sini naik MTR dan turun di Tung Chun dan cari exit City Gate.

3. Ladies Market
Tujuan utama adalah beli oleh-oleh. Jadi berhubung agak susah nyari souvenir di Gz saya memutuskan buat borong di sini. Dan taraaa ini dia pusatnya.

shopping vibe

ketemu Joni cuma pas mau ke sini :’)

Ada dua lorong di Ladies Market, rata-rata jual gantungan kunci, tempelan kulkas, kaos hingga usb lucu-lucu. Harganya gimana? Agak mahal tapi ya masih tawarable sih.

Di sini penjualnya agak galak jadi kalo bisa sekali beli banyakan dan terapkan strategi “I’ll buy it more if you can give a good price” hehe.

Kaos tujuh buah dihargai sekitar 100 HKD, gantungan kunci satu renceng sekitar 40-50 HKD, usb lucu-lucu kemarin bisa dikasih delapan buah dengan harga 100 HKD.

Catatan penting ya mereka ngga menyediakan kantong plastik. Good habit di sini, jadi mau gak mau kita  harus siap sama tas belanjaan. Bahkan saya beli kaos tujuh pcs aja ngga dikasih kantong lho :’)

Ke sini naik MTR turun di Mongkok.

3. Sneakers street
Kamu doyan sama sneakers? Cape liatin IG @leftfootSG? Naaah ini surga dunia banget.

Gak jauh dari Ladies Market kita bisa langsung menemukan gerai Nike, Adidas dan New Balance. Dan hey ngga cuma satu toko aja lho, kayanya hampir ada belasan toko yang menjual sneakers terkini dan original.

Untuk harga memang ngga terlalu jauh dengan Indo tapi model di sini lebih variatif. Sedangkan harga dari satu toko dengan toko lainnya sama. Mungkin emang biar ngga ada persaingan kali ya.

Hari kedua
1. Victoria Peak
Sengaja bangun pagi lalu berangkat ke sini biar ngga terlalu hectic. Tapi sayangnya pagi hari justru kabut masih tebal. Yes, Victoria Peak memang ada di puncak tertinggi Pulau Hongkong. Di sini kita bisa lihat Victoria Peer dari ketinggian dan nyobain sensasi naik old tram dengan kemiringan hingga 45 derajat.

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Harga tram pulang pergi 87 HKD. Karena masih pagi ngga perlu antri buat beli tiket. Oiya tiketnya bisa dibeli pake octopus card lho.

Sampai di puncak, selain foto-foto kita bisa ke Madame Tussaud tapi karena saya kepagian jadi si museum lilin ini belum buka deh.

Best time ke Victoria Peak ini sebenernya sore ke malam, karena city light kota Hongkong dari sini sungguh tsakep sekali. Tapi karena saya ngejar waktu ke Macau jadilah ke sini pagi hari.

Ke sini cukup naik MTR dan turun di Admiralty exit di C1.

2. Macau
Setelah melalui pergulatan batin antara ke Disneyland atau ke Macau, akhirnya saya membulatkan tekad buat coba nyebrang ke sini. Toh waktu tempuhnya juga ngga terlalu lama, cuma sekitar 1 jam naik ferry.

Kerumuman di Senado Square

Kerumuman di Senado Square

Ada dua dermaga yang menyediakan ferry ke Macau. Pertama Macau Ferry Terminal dan China Ferry Terminal. Setelah baca-baca saya milih naik di Macau Ferry Terminal dan memilih armada Turbo Jet.

Karena cuma pengen one day trip alhasil saya beli langsung tiket PP, sekitar 360 HKD.

Berhubung waktu yang pendek, akhirnya saya cuma mau ke Senado Square dan The Ruins of St Paul yang ternyata sungguh penuh ampun-ampunan.

IMG_6517

Serunya di Macau ini kita bisa keliling kota naik bis gratis. Di Macau ini bisnis casino sangat bersaing, masing-masing casino castle punya shuttle bus dengan rute yang beda-beda dan gratis tis tis.

Sesampainya saya di dermaga Macau, langsunglah saya menuju antrian bus shuttle gratis. Saya cek antrian paling mengular adalah bis ke Grand Lisboa dan The Venetian (yang ada gondola di mall-nya).

Nah karena mau ke Senado Square, harusnya saya bisa naik shuttle Grand Lisboa tapi karena penuh banget, akhirnya saya pilih shuttle City of Dreams. Sampe tujuan saya transit dan antri lagi naik bus ke tujuan Sintra. Dari sini Senado Square udah bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Pulangnya agak shit moment juga karena ngga nyangka antrian shuttle City of Dreams penuhnya ngga kira-kira padahal ferry saya jalan jam 4.50 pm. Dan saya baru selesai dari Senado Square jam 3.15 pm ehe.

umat

umat

Dalam kehopelessan di tengah antrian, saya tanya orang-orang cara cepet ke dermaga naik bis apa. Dan mereka semua saranin saya naik bis kota nomor 3A atau 10.

Beralihlah saya ke halte bis kota yang ngga ada antriannya kaya di Indonesia hehe. Beruntung gak lama nunggu saya dapet bus 3A.

Resenya di sini tulisan shelter ngga ada latin dan inggrisnya, cuma ada mandarin dan portugis. Die, mana ngga beli simcard, jadi cuma bisa tanya orang sekitar.

Untungnya ada sekeluarga India yang emang mau ke dermaga “Just follow us, if i get wrong then we lost together,” heu.

Dengan cuma bayar 4 MOP, sampailah saya ke dermaga tanpa nyasar dan tepat waktu. Bahkan masih bisa beli Mcd dulu buat ganyem di kapal.

3. Back to HK, K11 Art Mall Store
Ke sini cuma mau liatin harga Docmart yang ternyata sama-sama aja kaya di Indonesia. Oh ya ini mall hipsternya Hongkong sepertinya, isi gerainya kekinian bahkan ada spot semacam The Good Depts-nya gitu deh.

Kalau mau ke sini naik MTR turun di Tsim Tsa Tsui.

Karena kaki sudah ngga bisa dikompromi pegelnya, akhirnya nyerah dan balik ke hostel.

Hari ketiga, last day

Hari Minggu di Hongkong rasanya kurang kalo ngga main ke Victoria Park hehe ceritanya biar “Minggu pagi di Victoria Park”. Ngga sih ini cuma penasaran saya saja gimana komunitas pahlawan devisa di sini. Dan Minggu pagi saya sempatkan ke sini, dan wow mba-mba ini udah pada dandan kece sambil bawa makanan lalu gelaran tiker di pinggir-pinggir taman. Seketika kaya lagi mudik, ngomongnya bahasa jawa semua. :’)

Minggu Pagi di Victoria Park

Minggu Pagi di Victoria Park

Sehabis Minggu pagi di Victoria Park sambil ngabisin onigiri dan susu pisang, saya langsung meluncur ke Harbour City yang katanya ada H&M paling besar di HK.

Oiya Harbour City ini cuco banget buay sist-sist yang hobi belanja branded stuffs. Cukup turun di Tsim Tsa Tsui dan cari arah ke Harbour City. Rata-rata di sini bakalan buka jam 10 pagi, musim liburan gini demi pilau pilih baju yang hakiki sebaiknya datang pagi.

Harbour City

Harbour City

Karena waktu terbatas, setelah dari sini saya mampir balik ke Sneakers Street lalu packing dan cuss ke HungHom Kownloon Station. Ke sini naik MTR dan turun di Tsim Tsa Tsui untuk transit dan cari line yang ke Kowloon.

Dan berakhirlah solo trip amatiran saya. Ternyata enak lho jalan-jalan cendilian, bebas banget explore ke mana aja dan ngga perlu tunggu-tungguan kalo lagi belanja. First world problem sih kalo foto cuma bisa selfie :’)

hehe

hehe

Buat budget saya ke HK bisa lihat di sini.

Sekian catatan plesir HK dan Macau. Panjang yah, semoga bermanfaat. Salam plesir!

*ditulis dalam perjalanan KRL Tebet-Bogor lalu dilanjut di rumah sambil dengerin Ghost Ship-nya Blur yang sangat Hongkong sekali

Advertisements

2 thoughts on “Hongkong Macau, Kisah Plesir Cendilian Tanpa Nyasar

  1. asiik bgt sih lit, berani banget sendirian di negeri orang.. hihi.. pertanyaan gw lit, lo gak takut nyasar? bahasa gimana? makanan halal gimana? poor me, too much consideration.. 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s