Merayakan Satu Tahun Bebas Visa ke Myanmar

“Why you guys want to visit Myanmar, it’s so strange?!”

Begitulah orang-orang Myanmar yang kebingungan kenapa saya dan teman-teman mau plesir ke negara yang masih jauh dari kata maju ini.

Jadi ceritanya semua berawal dari promo -as always- AirAsia di tahun 2014. Secara iseng dan impulsif kami cek harga KL-Yangon yang ternyata cuma Rp. 565 ribuan PP. Begitupun ke Cambodia, setelah pergulatan batin akhirnya dipilihlah Yangon karena pengen ke Swhedagon Pagoda dan Bagan.

Botahtung dari seberang jalan

Botahtung dari seberang jalan

Lalu gimana sih suasana Kota Yangon?
Seru dan unik! Ibarat kata ini Jakarta taun 90an. Belum ada mass transportation, bus kota masih butut, taksi ngga make AC, lalu lintas semrawut dan semua cowo cowo Myanmar kemana-mana gak bisa lepas dari sarung alias Longyi. Bahkan tukang bangunan pun make sarung!

Longyi everywhere

Longyi everywhere

Meski belum tertata rapih, tapi Yangon punya seribu satu pagoda yang tersebar di penjuru kota. Ohya, public space seperti taman dan danau pun cukup hidup lho di kota ini.

Salah satu yang terkenal adalah Inya Lake, di mana kita bisa lihat warga Yangon santai dan jogging lucu di tepiannya. Kami juga sempet kongko ke Maha Bandula Park yang ada di tengan Yangon Downtown.

Terus transportasi buat keliling kota gimana?
Nah sebagaimana sudah dibilang, Yangon ngga ada mass transport kecuali bis kota butut tanpa AC yang mirip banget sama P45 cawang-blok M. Jadi untuk keliling kota hanya taksi yang bisa kita andalkan. Serunya, taksi di sini gamake argo, means kita harus tawar menawar tarif sebelum naik taksi. Untuk jarak ngga terlalu jauh, ongkosnya sekitar 2000-4000 kyats.

(bukan P45 Cawang-Blok M)

(bukan P45 Cawang-Blok M)

Meskipun mobil yang dipakai udah banyak yang kekinian, supir taksi di Yangon emoh nyalain AC biar ngga boros bbm katanya. Jadilah kita menikmati debu kota Yangon di tengah panasnya cuaca yang bisa tembus 38 celcius di siang hari. So hawt!

Apa aja yang bisa didatengin di Yangon?
Banyak!
Tapi menurutku sih cukup untuk sekedar 3 hari 2 malam di kota ini yah. Berikut ini yang bisa kamu datengin di Kota Yangon:

– Swhedagon Pagoda
Jelas dong ini sebagai tujuan awal ke Yangon, letaknya yang di tengah kota banget bikin turis gak terlalu susah buat ke sini. Dari kawasan Sule Pagoda naik taksi cuma 2000-3000 kyats.

komplek Swhedagon

Buat masuk ke Swhedagon turis asing wajib bayar USD 8 alias 8000 kyats. Ohya mereka cuma terima pembayaran dengan kyats aja, kalo ngga ada kyats kamu bisa tuker di money changer yang ada di dalam pagoda sini.

Best time dateng ke Swhedagon ini sekitar jam 5 sore. Karena sehabis sunset lampu-lampu sekitar pagoda mulai dinyalakan dan berdampak super glowy ke si pagodanya. Keren!

– Kandawyagi Lake
Masih di pusat kota tempatnya, kita bisa mengunjungi istana yg seperti angsa yang ada di Kandwayagi Lake. Kalau memang mau masuk ke istana baiknya dateng sebelum jam 3 sore, karena si istana tutup jam 3 sore.

Sore di Kandawgyi

Sore di Kandawgyi

Oiya di sekitaran danau banyak kafe-kafe tempat anak mudah kongko yang mulai rame dari sore hingga malam.

Dari Sule Pagoda tarif taksinya 2000-3000 kyats.

– Reclining Buddha
Sebenernya ada beberapa reclining buddha di Yangon, tapi kita cari yang ngga terlalu jauh dari kota. Dari Kandawyagi dapet taksi 3000 kyats.

Caukhtatgyi Reclining Buddha

Caukhtatgyi Reclining Buddha

Reclining buddha ini adanya di kawasan pemukinan para monk, buat masuk ke sini kita ndak perlu bayar uang masuk. Tapi tetep lho harus make pakaian sopan, kan kita mau masuk ke tempat ibadah.

Buat yang mau foto-foto juga sebisa mungkin ngga jadi attention seeker, apalagi sama yang lagi sembahyang.

– Sule Pagoda
Sebenernya ngga usah masuk sih, cukup foto-foto dari luar juga udah menarik. Di sekeliling Sule Pagoda kita bisa menemukan beragam bangunan art deco yang jadi pusat pemerintahan Kota Yangon. Tak jauh dari Sule Pagoda juga kita bisa lihat taman kota yang cukup luas, namanya Maha Bandula Park. Sempatkanlah mampir ke sini sambil leyeh-leyeh makan rujak buah.

Yangon Downtown

Yangon Downtown

-Inya Lake

Ini salah satu danau terbesar di Kota Yangon, di sekelilingnya ada jogging track dan selalu ramai sama aktivitas warga Yangon. Letaknya agak jauh dari pusat kota dan lebih dekat ke arah bandara. Sayangnya karena jadwal kami seketat celana kulit cangcuters akhirnya kami merelakan Inya Lake untuk dikeluarkan dari list kunjungan.

– Belanja di Bogyoke Market

Cari oleh-oleh? Ya di sini tempatnya. Ada di kawasan Yangon Downton dan kalau kamu nginep di sekitaran Sule Pagoda cukup jalan kaki sekitar 15 menit buat sampai ke pasar. Mulai dari tempelan kulkas, gantungan kunci, hingga longyi bisa kamu temukan di sini.

Sebagian kecil hasil buruan

Sebagian kecil hasil buruan

Buat harga untuk delapan buah gantungan kunci biasanya dihargai 700-800 kyats. Untuk longyi sekitar 15.000 kyats. Karena sepertinya banyak turis ke sini, harga yang diberikan pun agak susah ditawar, tapi yah coba dulu kan namanya juga usaha hehe.

Nginep di Mana?

Menyoal penginapan kami sudah booking jauh hari, pertama kami booking di Lotus Guesthouse yang ada di kawasan Mahabandula dan 30th corner boutiqe hostel yang ada di kawasan Yangon Downtown. Sebaiknya cari hostel di sekitaran Yangon Downtown yang dekat ke mana-mana jadi ngga perlu banyak nego taksi.

Makan apa?

Makanan di Yangon banyak yang ngga halal, karena ya sebagain besar di sini beragama non muslim. Tapi kata orang-orang banyak rumah makan halal di sekitaran Yangon Downtown. Sayangnya karena kami ini tipe “yang deket apa, yaudah makan ke situ aja” jadilah ngga sempet ngubek untuk rumah makan khusus muslim. Tapi yang pasti range harga makanan di sini cukup terjangkau sekitar 2500-7000 kyats.

Selama di Yangon kami cuma makan di Marrybrown, hotel, dan rumah makan thailand (ini juga gara-gara di traktir).

Overall, Yangon ini masih jauh dari kata maju tetapi warganya baik-baik banget. Banyak hal unik yang bisa kita temuin di kota ini. Oiya sekedar tips, kalau datang di sekitaran bulan Mei dan Juni siapkan sunblock SPF 50 karena cuaca bakalan bisa sampai 39 derajat pas siang hari. Nyos kan!

IMG_7791

Plesir kami kemarin pun tak lepas dari temen wartawannya Uchy yang udah bantuin kami pesan bus Yangon ke Bagan dan traktir kita-kita makan di resto Thailand sambil ngomongin isu Rohingnya (duh berat). Thanks Kwain and friends! 😉

IMG_7169

*cerita Bagan akan ditulis terpisan

*kalo ngga males

*hehe

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s