Mengapung Sampai Kiluan di Float2Nature 2014

photo 4

when was the last time you disappeared?
from the life in the concrete jungles call cities,
from everyday conversations that have long repetitive,
and the rest of those regular scenes?

Kira-kira gitu deh persuasif Om Meng ngajak kita-kita orang untuk keluar rutinitas sambil menikmati musik syahdu mereka bonus Banda Neira serta Payung Teduh.

Disuatu ketika sedang rajin-rajinya memutar lagu Float di soundcloud, disuatu ketika itu pula sedang pengen-pengennya sing along ‘Sementara’ di alam bebas, tiba-tiba muncul woro-woro Float2Nature 2014. Wah pucuk dicinta ulam pun tiba! Dan tidak seperti dua edisi F2N terdahulu yang diadakan di pegunungan, tahun ini Float mengajak kami mengapung di Teluk Kiluan. Destinasi yang pengen dikunjungi tetapi selalu kehalang ini dan itu.

Dengan mambayar dua kali lipat budget normal ke Kiluan saya pun berangkat bersama tiga teman lainnya. Seperti biasa liburan cuma di weekend jadi ngga make cuti hehe.

Perjalanan short escape ini dimulai Jumat selepas ngantor. Kami semua peserta F2N berkumpu di Stasiun Gambir untuk menaiki Damri sewaan sampai Rajabasa. Berhubung ini trip musik keindiean, jadilah kami di LO kan oleh kakak-kakak hits di dunia permusikan indie ehehe.

Dari Gambir ke Merak dilalu dengan smooth dan so so karena bobo. Sampai feri, kami langsung cari spot enak, dan melengang ke VIP room. Di sini ruangan lesehean AC, untuk masuk kita perlu membayar Rp 7000 plus Rp. 5000 kalau mau sewa bantal. Memang tarif kapal fery belum ada yang seragam, kadang ada yang sampai 15 ribu atau ngga bayar sama sekali.

Perjaalanan Merak-Bakauheni pun dilalui dengan smooth karena lagi-lagi bobo. Sekitar pukul 5 pagi rombongan mampir dulu di RM Padang yang cukup hits, Siang Malam. Tak lama kami lanjut menempuh 3 jam untuk sampai di Rajabasa (Pool Damri).

Di Rajabasa kami dibagi kelompok untuk masuk ke mobil sewaan. Menuju Kabupaten Tenggamus memang harus naik mobil sewaan karena belum ada angkutan umum sampai ke sana. Normalnya kita bisa sewa sekitar Rp 450 ribu antar dan jemput dengan armada avanza atau APV. Tapi berhubung jalanan agak parah semakin make mobil besar semaki enak.

Anyway berangkatlah kami menuju Kab. Tenggamus dengan estimasi 3-4 jam. Dengan mobil APV kami mengarungi jalanan yang mulanya mulus namun ternyata setengah perjalanan sisanya harus mengarungi jalan berbatu tanpa aspal yang bikin badan cukup terpontang-panting. Tapi so far medannya bagus, ngga terlalu kelak-kelok, dan jarang ketemu jurang.

Jukung jemputan

Jukung jemputan

Empat jam akhirnya sampai di jalanan kecil yang membawa kita menuju teluk tempat parkir jukung. Di sini kita berganti moda transportasi untuk nyebrang ke Pulau Kiluannya (tempat camp). The one and only ya naik jukung. Normalnya tarif Jukung ke pulau 20 ribu dan satu jukung bisa memuat hingga 6 orang. Tak sampai 10 menit, sampai deh di spot F2N 2014!

Dengan wajah lusuh kami pun disambut Mas Is Payung Teduh yang sabsob banget. Cari panitia untuk cari tau lokasi tenda. Nah serunya ini kami peserta semua bobo di camp-camp yang sudah disediakan, jadi ala-ala Fuji rock gitu deh…tapi gerah ini mah hehe.

camp camp everywhere...

camp area

Beruntung camp kita tepat di bawah pohon jadi agak lumayan adem. Satu tenda bisa untuk ber empat tapi karena kami sudah daftar group jadinya cuma bertiga, lumayan lowong.

Ketersediaan air dan listrik cukup terbatas. Listrik cuma ada pukul 6 sore hingga 6 pagi sedangkan air cuma sampai tengah hari. Sinyal hp? Indosat wasalam, bahkan Telkomsel cuma E. Semakin seru escapenya karena ngga ada tuntutan eksis di dunia maya. Pure escape deh, dua hari cuma leyeh-leyeh, bobo di pinggir pantai, nyanyi-nyanyi. šŸ˜€

Oiya kalau mau camp di sini cukup bayar sewa lahan Rp 30 ribu. Kalau mau sewa vila yang 3-4 kamar harganya Rp 750 ribu sedangka vila kecil sekitar Rp 200 ribu (Interview ibu-ibu setempat).

Setelah mandi (masih kebagian air tawar) kami pun cuma leyeh-leyeh di pinggir pantai sambil sesekali noton Neol main ukulele. Sampai sore kami pun nyebrang ke Pulau Kelapa untuk lihat sunset. Dan lagi-lagi pakai jukung, tapi bisa juga kita berenang le sebrang pakai ban sewaan (ini yang dilakukan geng Ananda Badudu dkk).

Pulau Kelapa pasirnya putih bersih, airnya biru, dan spot liat sunsetnya cukup asik. Nah ini sunset yang sudah dinanti. Ngga seindah alam timur but not bad kan ya!

IMG_0086

Selepas maghrib kami pun santap malam dan bersiap cari spot lesehanĀ untuk puncak acara nanti. Sekitar jam 8 malam, Floatmates sudah duduk rapih dan menanti musisi-musisi memanjakan telinga kami.

F2N 2014 ini bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-10 Float dan peluncuran album baru mereka. Serunya, mereka mengajak lagi Banda Neira dan Payung Teduh untuk jadi pembuka mini konser mereka. Man! Mendengarkan musik-musik syahdu mereka di alam bebas sambil ada backsound deburan ombak akhirnya terwujud juga ;’)

IMG_0115

Penampilan malam itu dibuka alunan nelangsa pop dari Kak Ananda Badudu (yang ngga sempet foto fu!) dan Rara Sekar yang cuma bawain sedikit lagu tapi ada satu lagu baru, judulnya ‘matahari’. Keciamikan dilanjut dengan Payung Teduh diawali dengan prolog jenaka Mas Is, mereka membuka dengan ‘Untuk Perempuan yang Sedang di Pelukan’ khalayak pun langsung sing along meski masih malu-malu.

Dan tibalah Om Meng naik bareng gengnya melantunkan kesyahduan “Pulang”, “Tiap Senja”, “Stupido Ritmo”, “Sendiri”, “Surrender”, hingga “Sementara” yang menjadi puncak kehacepan sing along!

Kumpulan video F2N bisa diintip di ane punya link youtube.

Paginya, pagi sekali jam 6 udah berlayar ke tengah laut. Masih dengan jukung kami mengejar pagi untuk lihat lumba-lumba di habitatnya. Sayangnya karena jukung yang terlalu banyak bikin lumba-lumba jarang-jarang nampakkin diri. Alhasil cuma beberapa saja yang kami lihat bahkan shutter camera pun kalah cepet fufufu.Ā Ini pertada harus balik lagi ke Kiluan ehehe.

Oiya selain lumba-lumba trip ada juga pilihan ke hidden lagoon. Bagus temptanya tapi ya cuma untuk berendeman aja. Dan kemarin ngga milih ke lagoon. Jadi ini memang pertanda disuruh balik lagi buat nyicipin lagoon hehehehe.

Hingga tengah hari, waktu lagi-lagi dihabiskan dengan leyeh-leyeh sambil nyanyi-nyanyi di pantai. Kepura-pura lupaan kami akan esok Senin pun berakhir saat datang waktu packing dan kembali ke Jakarta.

 

IMG_0099

Thanks F2N for this awesome escape (-with bang meng and floatmates borok smansa, Uchi, and mas nimbrung)

Meskipun harus menempuh perjalanan total 12 jam, bersatu dalam ktidakmandian, sedikit bertemu lumba-lumba, tapi F2N2014 cukup meninggalkan kesan mendalam untuk kami-kami. Dan sayangnya tahun depan F2N mau istirahat dulu, semoga saja tahun berikutnya bisa kembali dengan spot yang lebih pecah. Gili Laba mungkin? :p

floatmates

floatmates

 

*itinerary ke Kiluan bisa diintip di sini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s