Lampung, Karatoa, dan Pengalaman Ikut Open Trip

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Pagi di Canti

Setelah dua bulan lamanya ngga plesir akhirnya di sekitar tengah Mei cuss ke Lampung, dengan tujuan Krakatoa. Sebenernya ini ajakan untuk ikut open trip yang ditemukan salah seorang teman di kaskus. Karena belum pernah nyoba open trip dan ternyata affordable dan juga bisa sambil weekend gateway dan juga emang belum pernah ke Krakatau. Jadilah saya dan empat lekes-lekes cuss ikut open trip agan kaskus.

Selepas pulang ngantor kami pun langsung cuss menuju Slipi Jaya untuk naik bus ke Merak. Oiya berhubung trip start dari Lampung jadi ya kita harus naik feri dulu. Daaan it was my first experience naik kapal beneran (feri) :D!

Feri dari Merak ke Bakauheni ini ada selama 24 jam dengan jadwal tiap setengah jam sekali jadi gak usah kesusu alias buru-buru. Di Slipi Jaya umumnya bus menuju Merak akan keluar dan mampir di halte sini, jadi pilihannya banyak sekali. Tarif sampe Merak sekitar Rp 25 ribu, kemarin kami naik bus apa yah lupa pokonya AC tapi agak duksek. Kalau mau enak ada Primajasa atau pun Arimbi.

Menuju Merak akan ditempuh seitar 1,5-2 jam, itu kalau busnya ngga ngetem-ngetem karena biasanya dia akan keluar di Kebon Jeruk dan Tangerang.

Sampai di Merak kami ketemu sama agan dan rombongan lainnya. Jam 1 pagi kita menuju kapal, oiya tiket feri ini dipukul rata mau bagus atau busuk harganya Rp 15 ribu. Kemudian sampai di kapal kita bebas pilih mau di kelas VIP, Bisnis, atau Ekonomi. Nah kemarin saya pilih di bisnis yang ada AC. Jangan kaget kalau di tengah jalan kita akan ditarikin duit lagi, ini sejenis retribusi tambahan atas kelas yang kita pilih. Kemaren sih di bisnis kena tambahan Rp  4 ribu.

Tapi pas pulangnya secara beruntung kami dapet ASDP Feri yang kece gitu, lebih baru dan semua fasilitasnya free. Jadi ya gitu tampaknya masing-masing feri punya aturan yang beda-beda.

Feri bersandar sekitar pukul 4.30 pagi. Mata yang sebenernya belum merem secara enak harus melek lanjut lagi perjalanan menuju Dermaga Canti. Ngga ada angkutan umum yang langsung ke Canti, jadi inilah guna open trip: dicarterin angkot sampe Dermaga Canti yang ditempuh selama satu jam.

Tiba di Canti kami pun cuci cuci badan sambil sarapan. Oiya sekaligus siap-siap mau snorkeling, karena rute yang akan ditempuh Canti – Sebuku Kecil – Sebuku Besar (Snorkeling) – Pulau Sebesi (tempat homestay)- Pulau Omang Omang (Snorkeling plus Sunsetan).

Setelah semua rombongan ngumpul berangkatlah kita ke Sebuku Besar sambil mampir di Sebuku Kecil. Ini juga gunanya ikut open trip: disewain kapal, karena kalo kita cuma ber 5 ya mau ngga mau harus ikut kapal umum yang adanya siang dan sore aja (CMIIW).

Sekitar satu jam sampailah di Sebuku Kecil. Ngga banyak yang bisa dilakukan di sini, palingan cuma foto foto aja. Selanjutnya jalan lagi ke Sebuku Besar. Di sini langsung nyebur buat snorkeling. Arusnya agak kenceng tapi bawah lautnya nyenengin kok, karangnya masih terawat tapi ngga warna-warni, ikan-ikannya juga banyak.

photo (5)

Pulau Sebuku Besar

Sepuas main air, kapal sewaan pun membawa kita menuju Pulau Sebesi, nah di sini barulah ada kehidupan. Kita pun nginepnya di sini. Jadi Pulau Sebesi ini masih baru dimasukin turis, ada beberapa homestay yang mirip barak gitu di sana, tempatnya pinggir pantai. Lumayanlah. Opsi lainnya kalo ngga ngiep di homestay ya nyewa rumah warga.

Urusan makan, karena ikut open trip jadi tinggal nunggu makanan jadi. Kayanya sih ini udah sepaket servis dari homestaynya. Mirip-mirip di Tidung lah kira-kira.

Sehabis rehat sejenak dan bobo mini sorenya pun ke air lagi. Kali ini ke Pulau Omang-omang yang ngga jauh dari Pulau Sebesi. Karena ombak dan angin yang kencang saya lebih milih woles di kapal sambil nunggu detik-detik sunset.

photo 1(2)

senja di balik Pulau Sebesi

Sehabis itu balik, istirahat siap siap buat besok early morning cruise ke Krakatoa yang butuh waktu tempuh sekitar 2 jam! ;0

Jam 5 masuk kapal, cukup telat untuk kategori ngejar sunrise di krakatau. Tapi akhirnya dapet sunrise di tengah lautan Selat Sunda. Lumayan.

Perjalanan yang lumayan lama ini bisa dimanfaatin buat bobo dan isi tenaga karena kan kita bakalan trekking buat sampai di punggung gunung Krakatau.

Sekitar pukul 7 sampailah di Pulau Rakata. Matahari mulai naik, dengan tenaga belum sarapan kami pun jalan melewati hutan kecil berpasir. Oiya buat yang mau trekking disarankan pakai sepatu yang enak biar ngga repot.

Setelah 45 menit sampai juga! wihi! Krakatoa! Seru banget gitu ngga pernah kepikiran buat lihat si gunung yang mahadahsyat letusannya (pada masanya) dari dekat.

photo 3

Krakatoa here we gooo

Puas foto sana-sini, selfie, nongsis, akhirnya kita turun. Oiya turunnya lewat jalur yang agak beda, lebih landai dan ngga bikin nafas habis. hehe

Selepas sarapan di Pulau Rakata, kami pun lanjut ke Pulau Lagoon Cabe yang ditempuh dengan perjalanan 45 menit. Pulau tak berpenghuni ini katanya punya alam bawah laut yang paling bagus. Namun sayangnya kemarin ombak lagi agak gede juga jadi cuma sebentar ngintip ke bawah airnya. Lumayan lah ngga beda jauh sama di Pulau Sebuku Besar.

Gitu kira-kira alur trip ke Krakatau. Nah kemarin itu kan ikut open trip jadi kami ngga pusing mikirin booking ini itu ataupun makan di mana. Tapi kalau mau ikut open trip ada baiknya perhatikan siapa yang ngadainnya dan berapa jumlah pesertanya. Karena semakin banyak semakin puyeng. Kaya kami misalnya kemarin ternyata anggota open tripya ada 60 orang dan ternyata homestay kurang, betenya lagi kami malah ngga kedapetan tempat tidur.

photo 5(1)

Selepas pandang dari Krakatau

Tapi selain itu asiknya open trip kenalan sama orang-orang baru yang hobinya sama. Jadi ini cocoklah buat yang nyari nyari inceran. hehe

Oiya ternyata open trip dan sharing cost itu beda lho guys! Open trip itu kita kaya ikut rombongan tour kalo sharing cost itu lebih ke menemukan temen untuk berbagi hal-hal yang berkaitan dengan pembayaran ini itu. Biasanya orang yang ngajak sharing cost juga akan berbagi itinerary sih tapi ngga sekaku open trip. Yagitudeh pokoknya.

Sekian ringkasan cerita weekend gateway. Semoga segera plesir lagi sehabis ini. Salam jalan jalan! 😉

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s