Tips Mengikuti Prosesi Waisak

 

_MG_9306

Perayaan Waisak kini tak hanya dinantikan oleh kaum Budha saja, melainkan para pelancong di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, perayaan Waisak termegah dilakukan secara rutin di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Hampir tiap tahun, proses Wasiak diikuti dari beragam umat baik di seluruh Indonesia maupun Asia. Untuk lengkapnya bisa liat situs walubi di sini.

Nah, tahun lalu saya pergi melihat prosesi waisak ini, tapi sayangnya hujan yang terus mengguyur membuat suasana ngga karuan, ditambah batalnya pelepasan lampion, dan diikuti berita-berita miring seputar kelakuan pelancong yang tidak menghargai malam puncak Waisak sebagai upacara keagamaan. Malahan malam itu lebih mirip konser musik yang isinya hipster-hipster Jakarta ketimbang upacara keagamaan.

Sebelum gembar-gembor mau liat Waisakkan ada baiknya kita melakukan persiapan.

1. Booking Tiket

Karena semua pelancong pergi ke Yogya, ada baiknya pesen tiket jauh-jauh hari. Tahun lalu, hampir satu kereta isinya orang mau pergi ke Borobudur semua. Nah Lo!

2. Booking Penginapan

Sudah pasti semua hostel di sekitaran Mendut/Borobudur akan penuh. Cobalah booking sebulan sebelum, oiya harganya pun biasanya akan naik. Begitupun dengan hotel-hotel melati di Malioboro semuanya full booked. Kemarin aja saya baru dapet penginapan di hari hari mepet keberangkatan.

 

waisak 2

3. Transport Jogja-Borobudur-Jogja

Kalau kamu nginep di sekitaran Borobudur mungkin ini gak akan jadi masalah. Tapi buat kamu yang booking hotel di Jogja pikirkanlah transport dari dan ke Borobudur. Karena angkutan umum ke Magelang susah, dan prosesi Waisak akan selesai tengah malam, daripada jadi gembel di Borobudur ada baiknya rundingan dengan tim yang ingin pergi ke sana. Kalau kamu ternyata cuma berdua atau sendiri, bisa lho cari traveler lain untuk sharing cost rental mobil.

Tahun lalu saya nyewa 12 jam grand livina  250 tambah fee bapaknya 50 ribu, tadinya cuma mau patungan berdua, untungnya ada tiga orang lagi yang mau diajak share ongkos. 😀

4. Siapkan Fisik

Setelah hal-hal pre departure selesai, giliran kita harus siapin fisik kita. Karena selama prosesi tenaga kita lumayan terkuras, apalagi kalau mau ikut iring-iringan dari Mendut di pagi hari. Sarapan yang cukup, bekal air mineral, dan makanan ringan. Oiya siapin kantong plastik buat tempat sampah makanan juga.

5. Siapkan Jas Hujan atau Payung

Penting! karena kita ngga tau cuaca bakalan seperti apa. Kaya tahun lalu ternyata hujan terus mengguyur.

waisak 4

6. Kamera full charged, lensa tele, no flash

Buat yang emang ngincer momen Waisak untuk hunting, hal-hal diatas itu penting diperhatikan. Inget ya, hunting di acara keagamaan emang tricky, jadi semisal mau ambil gambar portrait cukuplah pakai tele dan ngga perlu mengambil gambar terlalu dekat dengan umat. Kemudian karena acara puncaknya di malam hari, sebisa mungkin hindari penggunaan flash, manfaatin pencayahayaan yang ada aja.

Perhatikan attitude kita selama hunting, jangan sampe kejadian lagi ada turis yang ambil gambar di atas monk yang sedang sembahyang di pelataran candi. Oiya, akan ada prosesi di mana monks akan berkeliling candi, nah kalau mau ambil gambar jangan terlalu dekat dengan jalur mereka lewat, karena yang ada kita malah menghambat mereka beribadah.

7. Pakaian Sopan

Inget loh meskipun sebagai turis setidaknya harus tau diri, yang kita kunjungi adalah prosesi ibadah keagamaan yang sungguh disucikan. Jangan pakai hot pants dong yah sist sist sekalian, apalagi tank top. Gausah pakai dress yang berlebihan juga, emang ngga risih gitu?!

Pakai sepatu yang nyaman juga, karena kita bakalan banyak berdiri dan jalan. Boleh juga bawa sandal jepit kalau-kalau ujan dan becyek.

Oiya meskipun Walubi mengeluarkan rundown resmi yang bisa dijadikan acuan kegiatan, tidak semuanya akan berjalan sesuai yang tertera di sana. Semuanya tergantung cuaca, misalnya tahun lalu panitia mengundur prosesi pelepasan lampion akibat hujan tak kunjung berhenti. Perayaan lampion justru dilakukan di malam esok harinya.

waisak3

Budget

Tahun lalu Waisak jatuh di malam minggu, alhasil saya pun cuss tanpa cuti dan cuma nginep semalam di Jogja. Berikut budget kasaran tahun lalu:

Tiket Kereta PP (EKO AC KA Bogowonto)

Pergi (19.00 dari Senen sampe 4.30 di Yogya) : 225 ribu

Pulang (jam 8.30 pagi sampe jam 17.00 di Senen)  : 160 ribu

Hotel: 500 per malem (subsidi kakaknya sagit 200) jadi bayar per orang 150 ribu

Sewa Mobil (Gejayan Rent Car) : 12 jam 250 ribu + fee 50 ribu + bensin 100 ribu :

400 ribu dibagi 5 orang: 80 ribu

Masuk candi : 36 ribu

Makan + Oleh Oleh : 150 ribu

Total: 801 ribu

Nah itu untuk biaya berangkat Jumat malem, sapai Sabtu subuh, Sabtu siang jam 1 cuss ke Magelang, dan Minggu pagi balik lagi ke Jakarta ;’)

Mudah-mudahan perayaan waisak tahun ini lebih tertib dan lancar, baik turis maupun umat bisa saling mengerti dan menghargai. Have a nice trip and be a smart tourist!

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s