Tang House, Melaka

Selama di Melaka, saya sempat menginap di salah satu hostel yang ada di kawasan Jonker Street. Tang House namanya. Awalnya iseng cari di agoda, karena buaanyak banget pilihan akhirnya saya mulai mengerucutkan kriteria, yaitu yang aksesnya mudah, murah, bersih. Setelah mencaba review disana sini, akhirnya deal dengan si Tang House. Saat itu saya memesan via agoda untuk kamar tipe triple room dan twin bed room. Berikut ulasan singkat tentang si Tang House.

Room

109381

Di Tang House ini ada beberapa tipe room, ada yang double, twin, hingga triple. Oiya untuk kamarnya sendiri ngga terlalu besar sih tapi ya lumayanan untuk harga per malemnya Rp. 180 ribu (dibagi 3 orang jadi 60 ribu).

Kemarin nginep di twin room yang ngga terlalu besar. Kasurnya lesehan gitu kaya kos-kosan. Kalau di triple room ada satu bunk bed dan satu kasur lesehan ukuran double. Jadi si triple room ini sejatinya bisa diisi oleh empat orang.

Bathroom

Karena tipe hostel, jadi kamar mandinya shared di luar. Ada dua kamar mandi yang masing-masing ada closet dan water heaternya. Jangan takut ini wc-nya bersih kok.

Akses

Ini hostel luak jamayan deket dan gampang kemana-mana, secara letaknya di ujung Jonker Street. Jadi ketika kita masuk gapura yang ada tulisan Jonker Street, gak jauh dari situ ada Tang House, letaknya deket panggung merah berhias ornamen china.

Oiya kalau naik bus no. 17 bisa turun di pas depan gapura Jonker Street, kalau naik taksi suruh abangnya antar sampe depan hostel aja. Dari Tang House kita tinggal jalan kaki kalau mau ke pusat kota. Sekitar 1-2 kilo lah.

 

Eat

Nah di Tang House sendiri doi ngga nyediain breakfast, jadi kita harus cari-cari sendiri buat sarapan. Tapi di Tang House sendiri ada kaya kedai kopi dan kue kue gitu. Tapi ya sayangnya, rata-rata di Melaka ini warung dan toko-toko baru rame jam 10an. Untu perut Indon pastinya jam segitu udah terlalu siang buat sarapan.

melaka_tanghouse01

Facilities

Di deket lorong ada dua buah PC yang nyambung sama internet bisa kita pakai untuk browsing secara haratis. Selain itu seluruh kamar juga terjangkau sama koneksi wifi. Jadi lumayan kan buat irit paket internet.

Oiya sebenernya guest service Tang House ngga 24 jam, tapi kemarin kita dateng jam 11 ternyata masih ditungguin sama ownernya. Oiya kita juga bisa nitip barang secara cuma-cuma di lobi Tang House, semisal kita mau early check out dan lanjut jalan keliling kota.

Overall cukup nyenengin si Tang House, tapi kalau mau ke Melaka, cobalah booking hostel yang ada di tepian sungai, karena kalau malem pemandanngannya asik banget dan akses ke pusat kota lebih dekat daripada di Jonker Street.

Untuk review lengkapnya bisa cekidot link ini

 

Advertisements

2 thoughts on “Tang House, Melaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s