Nirwana di Selatan Sulawesi

road to Tanjung Bira

on our way to Tanjung Bira

Mengutip judul majalah Tempo “Nirwana di Sekujur Indonesia”, saya pun berkesampaian melihat secuil nirwana di ujung Sulawesi yang mungkin masih belum ada apa apanya dibandingkan nirwana di Timur Indonesia.

Nirwana yang saya tuju adalah Tanjung Bira. Di sini hamparan pasir putih lengkap dengan birunya langit dan indahnya biota laut bisa kita cicipi.

How to Get There

How? Pada dasarnya Tanjung Bira ini letaknya benar-benar di semenanjung Sulawesi Selatan di bagian selatannya. Dari Makassar kami menggunakan mobil sewaan dengan waktu tempuh 5 jam. Dari Makassar rute yang ditempuh adalah: Gowa- Takalar  – Janeponto -Bantaeng -Bulukumba. Tanjung Bira sendiri berada di kawasa kabupaten Bulukumba.

Buat kalian yang anaknya bosenan, jangan khawatir rumah-rumah bugis hingga kuda-kuda liar bakalan menemani mata kita sepanjang perjalanan menuju Bulukumba. Pokonya alamnya yang mulai ketimur-timuran bikin kita ngga pengen bobo sepanjang perjalanan.

Kalau mau ngeteng gimana?

Dari Makassar kita bisa naik pete-pete ke Terminal Melengkeri yang ada di pebatasan Makassar dan Gowa. Di sini banyak pilihan omprengan,biasanya kijang-kijang kapsul atau mobil minibus. Ongkosnya sekitar 80 ribu sampai Tanjung Bira. Jeleknya naik omprengan adalah kita harus menunggu mobil full dan biasanya barengan sama orang-orang bawa barang-barang banyak.

Sedangkan kalau sewa mobil biasanya sehari 250 ribu. Kalau pergi ramean lebih efektif sewa mobil.

Homestay?Resort?

Setelah lima jam di perjalanan, kami pun tiba. Hal pertama yang kami lakukan adalah mencari tempat menginap. Beberapa hari sebelum ke Tanjung Bira, kami sudah booking satu penginapan namanya Salasa. Tapi saat kita sampe sana, semuanya gembokkan, yang punya lagi ke Makassar, kata ibunya kita suruh ambil kunci dan buka kamar sendiri aja -.- akhirnya kita pun cari alternatif lain dan menemukan di Saka Beach. Harga per malamnya 200 ribu dengan fasilitas kamar mandi dalam, AC, Twin bed, dan TV LCD.

Alternatif lain bisa di Sunshine Homestay, range harganya 150-200. Atau kalau mau di resort yang paling terkenal adalah Amatoa Resort. Bisa cekidot di sini. Jangan kaget kalau di sini banyak bule-bule yang betah hingga akhirnya malah mendirikan penginapan.

Kontak Salasa Guest House : 0812 426567

Kontak Saka Beach: 081342226422

What To Do?

Jauh jauh ke Tanjung Bira akan percuma kalau kita ngga melakukan aktivitas kepantaian seperti snorkelling, liat sunrise, hingga main main di pasir. Nah ketika kami sampai, hari sudah gelap jadi kami memutuskan untuk rehat sambil mencari bookingan kapal untuk snorkeling besok hari. Akhirnya kami mendapatkan sewaan kapal 300 ribu termasuk dua alat snorkeling. Kalau mau tambah alat snorkeling bisa bayar 25 ribu. Murah Ji!

Paginya kami mau hunting sunrise, untuk mendapatkan pemandangan sempurna kita bisa meluncur ke pelabuhan. Di sini kita juga bakal ketemu sama pedagang ikan segar yang baru saja melaut.

IMG_8418

Perfect Morning at Pelabuhan Tanjung Bira

Sehabis sunrise, kemudian meluncur ke Bara Beach. Nah ini spot wajib yang harus didatengin. Jaraknya sekitar 3 kilo dari Tanjung Bira. Baiknya sih naik mobil karena jalanannya juga ngga beraspal. Samping kanan kirinya hutan. Tapi setelah sampai di Bara kita bisa lihat pasir putih yang halusss banget dan sepi! Pokoknya ini pantai masih perawan yang kita lihat cuma ada warga sekitar yang ambilin rumput laut.

Tipsnya jangan sore-sore karena kalau ngga pakai kendaraan, kita harus jalan kaki lewatin hutan yang kalau mulai gelap banyak babi hutannya.

Setelah itu kami pun siap siap snorkeling di sekitaran Liukang Loe. Liukang Loe merupakah pulau kecil di seberang Tanjung Bira. Kalau kalian iseng liat di peta dan ada titik kecil di bawah Sulawesi Selatan, nah itulah Liukang Loe. Kabarnya di sini hanya dihuni oleh 300 warga.

Sekitar jam 9 kami meluncur naik kapal sewaan, langsung nyemplung di laut flores. Mulai deh kita liat aneka ragam ikan warna warni, juga terumbu karang yang masih bagus. Sayang seribu sayang kita ngga ada yang bawa kamera underwater. hiks.

Oiya selain Liukan Loe ada juga spot diving yang bisa bertemu hiu, Shark point ada di sekitar Pulau Kambing. Tarifnya biasanya akan beda juga kalau kita mau ke sana.

Puas snorkeling di sekitaran Liukang Loe, kita mampir sejenak ke pulau nya. Sepi banget palingan cuma ada beberapa bule yang lagi santai.

Pantai Bara

Bara Beach

Sampai tengah hari kami pun balik lagi ke Bira, siap-siap berkemas balik. Tipsnya kalau mau ke Tanjung Bira sih kalau bisa jangan saat weekend, karena ini pantai bakalan rame. Lebih baik incer weekdays aja. Jangan lupa booking penginapan beberapa hari sebelumnya.

Untuk urusan makan, kami sempet cobai di warung namanya Bamboo. Di sini banyak bule-bule kongko, kayanyaknya ini warung yang paling rame. Menunya kebanyakan makana laut, mulai dari ikan hingga seafood lainnya.

Untuk budget trip bisa cekidot di sini

Oiya yang paling tempting di sini adalah kita bisa menuju Labun Bajo hanya dengan naik Kapal Feri bayarnya ngga sampe 100 ribu. Tapi sayang kita ngga ada plan kesana semoga next time bisa kesampean 🙂

Seru kan? Kalau dapet tiket promo Makassar jangan lupa selipin agenda ke Tanjung Bira ya!

Salam Plesir!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s