Semarang One Day Trip

One day trip? Satu hari? Yaps, keliling Ibukota Provinsi Jawa Tengah dalam satu hari memang sangat mungkin dilakukan. Saya sendiri menyelipkan agenda keliling Semarang ketika mudik kemarin. (latepost gitu deh ini)

Sebenarnya banyak sekali objek wisata yang bisa kita jelajahi di Semarang, tapi apadaya waktu yang sempit membuat kita harus pintar-pintar menyusun itinerary. Nah, berikut rencana perjalanan yang saya susun untuk Semarang One Day Trip:

Berangkat Pagi, Pekalongan – Semarang – Vihara Watugong

smrg1Mudik kemarin saya sekeluarga ke Pekalongan, jaraknya tidak terlalu jauh ke Semarang hanya memakan waktu sekitar 1 setengah jam berkendara. Kami pun start sejak pukul 7 pagi menuju Semarang. Dari Pekalongan kita bisa ikuti jalur pantura Batang – Weleri –Alas Roban – Semarang, kontur jalanannya standar mudik, masih mulus dan banyak yang diperlebar.

Memasuki Semarang, kami menuju tujuan wisata terjauh dari pusat kota, yaitu Vihara Watugong. Vihara yang memiliki nama Vihara Buddaghaya Watugong ini terletak di samping jalan raya yang menuju arah Ungaran. Apa yang menarik di sini? Nah vihara ini memiliki pagoda tujuh tingkat yang bernama Pagoda Avalokitesvara (Metta Karuna), rupanya pagoda disini menjadi pagoda tertinggi di Indonesia menurut MURI.

Puas berfoto-foto, saya pun berkeliling pagoda, sama seperti tempat sembahyang lainnya hanya ada beberapa patung, lilin, dan dupa.

Mesjid Agung Semarang

smrrg4Destinasi kedua adalah Masjid Agung Semarang. Dari Watugong ambil arah ke Simpang Lima, kemudian ambil belokan ke kiri, terus sampai nemu perempatan besar (lupa, tapi ngga susah sih selama ada waze dan google map.

Sekitar 15 menit kami sampai di Masjid Agung yang benar benar agung. Kami tiba tepat pukul 12 siang. Sudah bisa dibayangkan bagaimana panasnya.

Setelah mengambil gambar, saya pun masuk untuk mencicipi sholat di Masjid Agung. Dari luar interiornya nampak modern, terlebih ada payung-payung bak masjid di Makkah. Namun di dalammya, bagunan tua masjid nampak masih dipertahankan. Rupanya masjid ini memang mengalami pemugaran dan semakin terlihat megah.

Sayangnya, saat saya ke sana payung-payung yang ada di pelataran masjid tidak dibuka, jadi tidak bisa leyeh-leyeh di pelataran yang saat itu hot jeletot sekali.

Luncheon

Sehabis dari Masjid Agung, saya memutuskan untuk mencari rumah makan. Kata orang Semarang, jangan lupa mampir ke Soto Bangkong, tapi karena masih suasana hari raya ternyata si soto belum buka. Sayang sekali yah padahal udah sampe ke Semarang. Akhirnya melipir di rumah makan mbok berek (anti klimaks).

Tapi buat yang ke Semarang jangan lupa buat mampir ke Soto Bangkong, konon katanya endes banget. Jangan lupa juga mampir ke warung Es Conglik yang ada di Simpang Lima. Tapi kemarin lagi-lagi kurang beruntung karena warungnya baru buka sehabis mahgrib.

Lawang Sewu

photo 1

Nah ini dia landmark-nya Kota Semarang. Bangunan peninggalan jaman penjajahan ini (Belanda sampai Jepang pernah pakai gedung ini) letaknya berada di sekitar Tugu Pemuda. Tidak susah buat sampai ke sini, ikuti saja petunjuk google maps :D.

Setelah membayar tiket masuk sebensar 10 ribu rupiah, saya pun bersama seorang guide mulai menjelajahi bangunan tua yang menyimpan banyak kisah mistis. Kami pun di bawa ke bangunan kedua, karena bangunan utama masih dalam pemugaran dengan sangat kecewa saya tidak bisa melihat interior gedung utama.

Saat ini kondisi Lawang Sewu sudah jauh lebih terawat dan tidak terlalu horor, dikelola oleh PT KAI, di Lawang Sewu juga dijadikan sebagai museum kereta. Karena memang pada jaman Belanda, bangunan ini dijadikan sebagai stasiun dan kantor kereta api pada masanya.

Oiya must try thingy di sini adalah wisata penjara bawah tanah. Pada masa penjajahan Jepang, bangunan ini dijadikan sebagai kantor pemerintahan dan di bawah tanahnya dijadikan penjara bagi para tahanan. Konon katanya, banyak tahanan mati di sini akibat kehabisan oksigen. Kemarin karena penuh musim liburan, saya tidak sempat ikut tour bawah tanahnya (padahal takut :D).

Kawasan Kota Tua Semarang

photo 3Ini spot wajib didatengin juga, apalagi ada bangunan Gereja Blenduk yang terkenal itu. Konon katanya terdapat salah satu orgel teresar di dunia. Namun karena saya datang kesorean jadilah gereja ini sudah ditutup. Kalau mau masuk bisa datang sebelum jam 2 siang.

Kawasan kota tua Semarang mirip seperti kota tua di Jakarta tapi yang ini terasa lebih tua, karena bangunannya yang masih dibiarkan terlihat tua. Saya cuma foto-foto di sekitaran Gereja Blenduk saja karena mau segera cuss ke destinasi berikutnya

Klenteng Sam Poo Kong

photo 4Ngga lengkap rasanya ke Semarang tapi tidak mampir ke klenteng ini. Dari Lawang Sewu arahkan saja ke Rumah Sakit Kariadi menuju Simongan, nanti akan bertemu perempatan besar dan melewati jembatan yang agak panjang. Tak jauh dari situlah Sam Poo Kong berada.

Lalu apa yang menarik? Bagi kalian yang ingin foto ala ala kuil di Korea, mungkin sam poo kong bisa jadi tempat yang menarik. Terlebih di sini banyak spot menarik seperti patung raksasa Laksamana Cheng Ho, gerbang pintu raksasa, atau mungkin ingin berpose ala ala putri huan zu bisa menyewa kostum yang disediakan.

Sam Poo Kong sebenarnya peninggalan Laksama Cheng Ho yang sempat singgah di Semarang. Uniknya, Cheng Ho yang menyebarkan Islam membangun klenteng ini sebagai tempat ibadah umat muslim. Namun seiring zaman berganti klenteng ini alih fungsi menjadi tempat ibadah umat Konghucu.

Oleh-oleh

Puas berwisata religi (Vihara, Masjid, Gereja, Klenteng) kami pun kembali ke kawasan oleh oleh di dekat Lawang Sewu.Apalagi kalau bukan bandeng dan lumpia yang dicari. Karena saat itu masih liburan, maka tak heran toko Bandeng Juwana dipenuhi pembeli. Saya pun memesan beberapa potong untuk buah tangan.

Untuk lumpia, berdasarkan rekomendasi, saya menuju toko Lumpia Mataram. Tokonya tidak seramai toko lainnya, tetapi ternyata di sinilah lumpia paling legend di Kota Semarang. Kalau saya lihat memang tempatnya paling kuno, namun harganya paling mahal dibanding lumpia yang lain. Rasanya? Hmm memang harga ngga pernah bohong. 😀

Sehabis belanja, sekitar menuju maghrib kami tancap gas balik ke Pekalongan. One day trip yang asik kan yah? Tapi memang ada beberapa spot yang masih bikin penasaran, salah satunya kawasan pecinan di Jalan Lombok dan tentunya kuliner khas yang masih belum tersentuh. Semoga saja bisa kembali lagi ke Semarang. Sekian! Salam jalan jalan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s