Semalam di Negeri Sang Hyang

photo (50)

Siapa yang tak kenal dengan Dieng, dataran setinggi 2000 meter ini menyimpan beragam pesona alam menarik yang layak dikunjungi. Ingin menuntaskan rasa penasaran, saya pun memanfaatkan long weekend untuk berkunjung ke negeri para dewa ini.

Dieng terletak di dua wilayah kabupaten, yaitu Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah. Banyak akses jalan menuju ke Dieng, namun menurut masyarakat sekitar, akses termudah dan memadai bisa dicapai dari Wonosobo. Maka saya pun memutuskan untuk membeli tiket bus trayek Jakarta menuju Wonosobo. Dari terminal Wonosobo bisa melanjutkan dengan mikro bus menuju daerah Kauman dan berganti mikro bus menuju Dieng. Perjalanan panjang yang melelahkan tentunya akan terbayar sesampainya di Dataran Tinggi Dieng.

Hawa dingin menyambut saya setiba di penginapan. Dieng memiliki suhu 15 hingga 20 celcius di siang hari dan 10 celcius di malam hari. Sudah pasti pakain tebal menjadi barang wajib selama di Dieng. Setelah rehat sejenak, saya pun langsung berkeliling sekitar Dieng menuju objek wisata Komplek candi Arjuna.

Terdapat empat candi di komplek Candi Arjuna, yaitu Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, dan Candi Arjuna itu sendiri. Dihiasi kabut yang mulai turun, pemandangan sore di komplek Candi Arjuna akan semakin terasa mistik dan sejuk. Namun meskipun berkabut, banyak pengunjung tetap semangat mengitari candi sambil mengabadikan pemandangan sekitar.

Berjalan ke arah utara dari kawasan Candi Arjuna, terdapat Museum Kaliasa yang memarkan beragam benda peninggalan sejarah berupa arca dan bebatuan dari komplek candi. Masih di kawasan Museum Kaliasa, kita pun bisa menikmati film dokumenter singkat yang diputarkan di ruang teater.

Semakin sore, cuaca semakin dingin. Saya pun memutuskan untuk kembali ke penginapan. Malam harinya, waktunya mencicipi kuliner khas Wonosobo, Mi Ongklok. Beruntung, tak jauh dari penginapan terdapat kedai Mi Ongklok yang cukup ramai dikunjungi. Saya memesan satu porsi Mi Ongklok dan satu gelas minuman khas Dieng, Purwaceng.

Mi Ongklok & Purwaceng

Mi Ongklok & Purwaceng

Setelah santap malam, saya pun kembali ke penginapan menanti Mas Dwi. Siapa dia? Dia adalah orang yang membantu kami memesankan penginapan. Beliau juga yang mau kami repotkan untuk mencarikan tukang ojek wisata untuk trip esok hari.

Nah beruntung Mas Dwi punya banyak kenalan pemandu wisata di Dieng, akhirnya kami pun diantarkan oleh Mas Irul dan temannya untuk sunrise trip dan keliling Dieng.

SUNRISE MOMENT

Sunrise dari Sikunir

Sunrise dari Sikunir

Pukul 4 dini hari, saya sudah dijemput Mas Irul untuk menembus hawa dingin Dieng yang konon mencapai 10 derajat menuju Bukit Sikunir. Jarak yang cukup jauh sukses membuat saya menggigil selama perjalanan. Sekitar 10 menit akhirnya kami tiba di Bukit Sikunir. Puluhan motor dan mobil sudah berparkir, rupanya banyak yang sudah tiba di sini.

Menuju puncak Bukit Sikunir memang diperlukan usaha yang lumayan. Meskipun track-nya berbatu tetapi ada beberapa tanjakan yang cukup bikin ngos ngosan. Berjalan sekitar 15-20 menit sampailah di penanjakkan. Meskipun bukan puncak, namun view nya sudah luar biasa indah. Kita akan berhadapan langsung dengan Gunung Sindoro dan beberapa bukit di sebelahnya.

Sekitar pukul 6 kurang, samar-samar sang mentari mulai memunculkan diri. Memasuki bulan penghujan, kondisi langit sangat berawan sehingga sunrise tidak begitu terang. Tetapi masih tetap indah untuk dinikmati.

KELILING DIENG

Talaga Warna

Talaga Warna

Puas mengabadikan sunrise moment, kami pun meluncur menuju Dieng Plateau Theatre. Di sini kita akan menyaksikan documenter mengenai Dieng dan beragam potensinya. Ini penting sih karena buat apa kita jauh-jauh ke Dieng kalau kita tidak paham sejarah dan potensi yang dimiliki Dieng.

Setelah itu kami melanjutkan ke Telaga Warna. Telaga yang paling tersohor di kawasan Dieng ini konon dulu bisa menampakkan air warna warni, namun kini lebih sering menampakkan warna hijau saja. Di sana kita menjelajah beberapa goa yang masih digunakkan kepercayaan kejawen untuk mencari wangsit.

Travel Mate :)

Travel Mate ๐Ÿ™‚

Puas berkeliling di Telaga Warna, kami pun istirahat sejenak sambil sarapan di prakiran Telaga Warna. Sehabis itu dilanjutkan dengan menjelajah Kawah Sikidang.

Di dataran tinggi Dieng sendiri terdapat beberapa kawah, namun yang paling mudah dijangkau adalah Kawah Sikidang. Di sini kita bisa lihat dari dekat kawah panas yang terus bergolak akibat aktivitas magma di bawah bumi. Tips jangan lupa menggunakan penutup hidung karena bau belerang di sekitar kawah cukup menyengat.

Dari Kawah Sikidang kami dibawa menuju home industry manisan Carica. Oya, Carica ini merupakan buah asli khas Dieng. Bentuknya meyerupai papaya bantet, bahkan pohonnya pun sangat mirip dengan papaya. Masyarakat Dieng membudidayakan Carica dan mengolahnya menjadi manisan Carica. Harga manisan berkisar 50 ribu hingga 60 ribu satu dus. Jangan lupa membeli sebagai buah tangan.

somewhere around Talaga Warna

somewhere around Talaga Warna

Sebelum tengah hari, tour kami pun usai. Kembali ke homestay dan packing untuk kembali ke Bogor pada sore hari. Sebenarnya sisa waktu masih cukup banyak, akan tetapi pukul 11 siang kabut sudah mulai turun. Kami pun memilih untuk beristirahat di homestay sambil bersiap untuk check out.

Rute yang kami tempuh untung Dieng trip:

Term. Lebak Bulus (Bus Pahala Kencana-150 rbu) โ€“ Terminal Mendolo Wonosobo (Sambung angkutan ke daerahโ€Kaumanโ€ โ€“ 3 ribu) โ€“ Sambung angkutan ke Dieng ( 10 ribu) โ€“ turun di depan homestay.

Begitupun rute pulang, dari homestay naik mikro ke wonosobo โ€“ sambung mikro ke terminal โ€“ naik bus Dieng Indah jurusan Bogor (100 ribu).

Oiya terminal wonosobo ini nyenengin, bersih dan ngga ada calo jadi jangan khawatir. Selamat berlibur!

 

Ke Dieng Butuh Berapa Duit?

Nah ini share sedikit tentang budget kemarin yah..

Bus JKT-Wonosobo Pahala Kencana : 120 ribu

Bus Wonosobo-Bogor Dieng Indah : 100 ribu

Angkutan Terminal Wonosobo ke Kauman : 3 ribu x 2 = 6 ribu

Angkutan kauman – Dieng : 10 ribu x 2 (pp) = 20 ribu

Penginapan Homestay Puspa Indah : 150 ribu/ 2 = 75ribu

Ojek Sunrise+Keliling Dieng : 120 ribu (udah termasuk tip)

Masuk objek wisata : Candi Arjuna, Sikidang, Talaga Warna : sekitar 20ribu total

Makan : 100 ribu

Oleh-oleh : 100 ribu

TOTAL: 661 ribu (tapi gopek juga udah bisa berangkat sih)

*cp mas dwi yang mau bookingin homestay: 0853 10791967

Kontak ojek wisata, Mas Rosidin : 0853 2725 1102

atau Mas Arul : 0823 27689768

 

Advertisements

One thought on “Semalam di Negeri Sang Hyang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s