KL- SG Trip 2013 (3) selesai

Singapore Fine City

Singapore Fine City. Mungkin itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan satu negara (atau kota) dengan beragam kemajuan, modern, tetapi masih menyimpan budaya-budaya kaum pendatangnya.

Negara kecil ini begitu tertata rapi. Transportasinya terintegrasi satu sama lain. Bersih, tertib, yah pokonya intinya Singapur itu negara yang nyenengin bagi sapa saja yang berkunjung. Turis yang datang tidak perlu effort banyak untuk beradaptasi dengan negara ini. Semuanya mudah dipahami. Tak heran banyak warga negara kita lebih memilih melancong kesini ketimbang berwisata di dalam negeri, seperti Bali. Karena apa? karena asik dan tiket promonya lebih banyak! ๐Ÿ˜€

Di hari kedua ini, saya dan dua ngaro Indon berencana untuk city tour. Walaupun namanya City Tour tapi tetep kita ngga nyobain hop on- hop off, karena harganya lumayan mahal dan kebanyakan londo londo yang naik (minder).

Akhirnya kami pun menyusun rencana objek apa saja yang mau didatangi. Nah ini pentingnya itinerary. Kalau pergi berbanyakan rasanya cukup satu orang saja yang menyusun itinerary, biar lebih ringkas dan cepat selesai.

Itinerary yang dibuat harus detil, mencakup transportasi apa yang akan digunakan, tujuan stasiun, bahkan cari tahu juga biaya masuk objek wisata. Nah, selama di Singapur, perjalanan kami saaaangat terbantu sekali dengan adanya aplikasi Steet Directory Singapore yang diinstal di smartphone. Di sini kita tinggal memasukan tujuan akan kemana kita dan akan menaiki moda transportasi apa. Nanti si street directory ini akan memberikan penjelasan nomor bus/stasiun MRT sekaligus jarak tempuh dan biaya yang diperlukan. Canggih sekali!

klik disini untuk tau lebih lanjut street diretory

ImageImage

Berkat Street Directory ini so far sih kami ngga pernah nyasar (nyasar sekali aja pas malem-malem mau balik ke hostel kebablasan haltenya) hehe.

Setelah itinerary dimantapkan, sambil bertanya ke orang hostel, kami pun memulai city tour. Yah sama seperti turis lainnya, kami pun mendatangi landmark-landmark Singapore yang di mana saat itu banyak sekali ngaro indon yang lagi berlibur juga. 0.0

singapore's landmark all in one

singapore’s landmark all in one

Pertama kami mendatangi Marina Bay Sands, yang ternyata jika kami berjalan sekitar 200 meter sudah bertemu si Merlion yang mana di seberangnya ada gedung Esplanade. Jadi semua landmark-nya saling berdekatan. Tau aja yah planolog-nya agar tidak merepotkan turis-turis yang datang.

signature photo edisi merlion

signature photo edisi merlion

Selesai jalan-jalan di sekitar Merlion, kami pun menuju Vivo City untuk pergi ke Sentausa Island. Dari terminal di depan Merlion Park kami cukup satu kali menaiki bis (lupa nomornya).

Semua orang yang ingin ke Sentausa Island menggunakan MRT rupanya memang harus melalui Vivo City. Nah, Vivo City ini penampakannya seperti mall-mall yang ada di Orchard, tetapi di lantai paling atasnya terdapat monorail Sentausa Express yang khusus membawa pengunjung ke Sentausa Island. Tarifnya hanya 3 SGD untuk perjalanan pp.

Niat ke Sentausa Island cuma mau foto-foto di depan Universal Studio’s Globe yang paling hits itu. Dan kami pun sempat berkeliling menggunakan shuttle bus gratis dan berlabuh di Palawan Beach.

edisi univesal studio (ngga masuk)

edisi univesal studio (ngga masuk)

Mungkin karena Sentausa Island adalah privatisasi beach, jadinya pantainya agak kaku gimana gitu. No ombak, no angin semilir. Fake gitu deh tapi tetep lumayan rame.

Palawan beach

Palawan beach

Selain Palawan Beach ini, masih ada beberapa pantai yang mengelilingi Sentausa Island. Tapi karena waktu yanng terbatas kami pun memutuskan untuk balik lagi ke… ke…ke orchard! Yes, ngaro Indon lainnya masih kepengen belanja.

Akhirnya kami kembali ke Vivo City dan menuju lantai dasar untuk menaiki MRT menuju stasiun Dhoby Ghaut. Asiknya, beberapa mall di orchrad udah terintegrasi dengan MRT. Jadi kalau kaki udah tak sanggup menjelajah, MRT jadi pilihan yang tepat.

Last Dayย 

Di hari ketiga, destinasi kami hanyalah ke Mustafa Center, Bugis Street, dan Museum. Tidak banyak yang dituju karena waktu benar-benar terbatas. Selain karena check out jam 12 siang, kami pun malamnya harus kembali menyebrang ke Kuala Lumpur menggunakan kereta kelana.

Oke, perjalanan pagi itu dimulai ke Mustafa Center yang letaknya hanya dua blok dari hostel kami. Nah nah bagi yang mau membeli oleh-oleh baik itu coklat, baju, hingga parfum bisa didapat di sini. Harganya jauh lebih murah dengan rate mall di Orchard.

Mustafa Center ini sebenarnya seperti wholesale atau kalau di sini sih hypermart. Segala dijual. Kurang lebih bangunan yang memiliki tiga lantai ini letaknya di dekat Little India.

Sehabis berbelanja untuk buah tangan, kami pun kembali ke hostel untuk merapikan dan re-packing barang-barang.

Kemudian kami lanjut ke National Museum of Singapore. Hanya menaiki satu kali bis, kami pun tiba di bangunan yang museum banget. yaiyahlah.

Di sini kalau mau menjelajah semua bagian museum harus membayar sekitar 15 SGD (kalau ngga salah). Tapi kalau kami sih hanya melihat-lihat instalasi di lantai bawah yang tidak perlu mengeluarkan yang sepeser pun. (kere) ๐Ÿ˜€

the museum

the museum

969450_10201484602344762_1795121827_n

Sehabis dari National Museum of Singapore, selanjutnya adalah Bugis Street. Yap. Kawasan perbelanjaan di jalan Bugis ini konon katanya terkenal dengan souvenir yang murah-murah. Kami pun penasaran.

Dari Museum kami cukup sekali menaiki bus dan berhenti di kawasan Bugis. Kurang lebih Bugis Street ini seperti Melawai di kawasan Jakarta Selatan. Banyak toko yang menjual souvenir khas Singapore. Untuk 18 buah gantungan kunci ada yang dijual hanya 10 SGD saja. Ada pula beragam tempelan kulkas yang harganya 10 SGD untuk 3 buah.

Karena kami datang di hari Minggu, kami pun melihat fenomena mba-mba tkw yang sedang asik kongko di sekitaran Bugis Street. Mereka berdandan cantik, pakai high heels, membawa tab dan tampak seru berbicara dengan logat medok. Yah pokonya kami kalah kece deh dengan mereka.

Mba Mba TKW yang udah pada kece

Mba Mba TKW yang udah pada kece

Setelah berkutat di kawasan Bugis dan Victoria Street. Kami pun menuju Hajj Lane. Nah.. nah ini.. Bagi yang suka dengan barang-barang unik yang sepertinya produksi lokal anak anak SG, mungkin inilah tempatnya.

Jadi Hajj Lane ini letaknya tak jauh dari Bugis.Hanya berjalan beberapa blok kita sudah sampai di satu lorong/gang yang mana di sepanjang jalan terdapat toko-toko kecil yang menjual beragam pernak-pernik, tas, kaos, baju, pokonya barang-barang pendukung anak muda kekinian. Mungkin kalau diibaratkan ini seperti kawasan Trunojoyo dan Sultan Agung di Bandung.

Selain barang yag lucu lucu dan hampir membuat kalap, toko-toko sepanjang Hajj Lane ini tampilannya di cat warna-warni dan menarik. Pokonya anak muda banget deh! Jadi kalau ke Singapur harus mampir kesini!

Hajj Lane

Hajj Lane

Setelah menemukan tas lucu dan berhasil turun harga 5 dollar (receh sih ya) akhirnya kami kembali ke hostel. Dan…ternyata dari Hajj Lane ke hostel kami jaraknya tidak terlalu jauh. Kami pun kembali packing dan leyeh-leyeh sejenak sebelum meninggalkan Singapur..hiks

Pukul 6 petang, kami pun cuss dari hostel..Jalan kaki membawa backpack ke terminal bus di dekat Jalan Besar. Kami pun menumpang bus ke Johor Bahru. tarifnya sekitar 2 SGD. Broo..cuma 15 ribu lo bisa keluar negeri ๐Ÿ˜€

Perjalanan kurang lebih 45 menit, hingga akhirnya kami sampai di Woodlands Check Point untuk pemeriksaan imirasi. Nah hal yang diperhatikan adalah kita akan turun dari bis dengan membawa semua barang bawaan kita. Kemudian antri di counter imigrasi, cek paspor, lalu keluar lagi dar woodlands.

Nah, saat keluar dari Woodlands Check Point ini antri di jajaran antrian bus-bus yang menuju Johor Bahru. Kita harus kembali naik bis dengan nama yang sama, meskipun kita akan naik bis yang berbeda. Karena apa? karena saat kita antri imigrasi, bis yang semula kita naiki akan jalan duluan. Jadi intinya kita ditinggal bis yang semula dan harus menunggu kedatangan bis selanjutnya. oiya, tiket bus jangan sampai hilang, ini jadi bukti kalau kita sudah bayar di terminal awal.

Memasuki kembali Malaysia, kami pun berhenti di JB Central. Ini seperti KL Sentral lagi yang adanya di Johor. Kami menunggu kereta kelana kami yang dijadwalkan datang jam 11 malam.

Sampai di KL Sentral jam setengah 7 pagi. Kami pun langsung menuju couter tiket kereta KLIA Express. Karena flight pukul 9.50, maka kami memutuskan untuk menggunakan kereta saja yang memang perjalanannya hanya 30 menit.

Setelah transit di Stasiun Salak Tinggi, kami pun menuju LCCT menggunakan shuttle bus.

Sampai LCCT check in dan urus bagasi. Makan sebentar, lalu boarding..

Selesai sudah deh holiday tiga indon..

we’ll be back again,someday! nabung dulu ๐Ÿ˜€

7247_10201484731988003_769256704_n

Sekian cerita KL-SG trip kursi AirAsia 0 rupiah. See you on next trip!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s