weekend getaway: KL-SG Trip 2013 (2)

Selangkah ke Seberang

Ibarat lirik whiteshoes and the couples company, perjalanan kami pun akan selangkah ke seberang. Yes, ke negara tetangga Malaysia yang juga masih negara tetangga Indonesia. Tak lain tak bukan city state of Singapore si negara surga kaum konsumerisme juga si negara multicultural.

Lantas, naik apa kita ke Singapore?

pesawat? nope. bus? nope.

yes, kita sepakat untuk menjajal moda kereta lintas negara yang dimiliki oleh Kereta Tanah Melayu Malaysia (PT KAI-nya sono). Hal yang membuat kami tertarik karena adanya kelas sleeper yang memungkinkan kita untuk menghabiskan perjalanan dengan bobok nyenyak.

Kami pun memesan tiket berangkat jauh-jauh hari. Dan benar saja, sleeper class untuk keberagkatan hanya sisa sedikit, sedangkan untuk perjalanan pulang sudah ludes. Terpaksa untuk pulang kami membeli kelas standar.

Tarif kereta Senandung Sutera Malam (namanya sungguh melayu) untuk sleeper class yang kami beli seharga RM 43, sedangkan tiket duduk biasa seharga RM 26. Tiket bsa dibeli secara online dari sebulan sebelum keberangkatan. Kalau pesan online pembayarannya pun harus melalui credit card.  Infonya bisa klik di sini

Kereta bertolak tepat pukul 11 malam dari KL Sentral. Waktu yang ditempuh sekitar 8 jam dengan kata lain kami akan tiba di Singapore pukul 07.00 pagi. Lumayanlah 8 jam jika dihabiskan untuk rebahan sambil meeluruskan kaki.

Image

tiga ngaro indon mau bobo di kereta senandung melayu

Image

Gerbong Sleeper Class..

Menjelang subuh, sekitar pukul 06.00 pagi, kami pun dibangungkan secara halus oleh petugas kereta. Oh ternyata kita sudah berada di ujung tertitorial Negara Malaysia, yang mana kita akan berjumpa petugas imigrasi untuk pengecekan paspor.

Enaknya disini, kita tidak perlu antri ke loket imigrasi, karena petugas-poetugasnya lah yang mendatangi kita satu persatu. Jadi mau sambil bobok juga paspor kita tetap akan diperiksa untuk kemudian mendapatkan cap keluar negara Malaysia.

Tak selang sejam, kami pun diperingati lagi untuk bersiap-siap. Wah ternyata kami sudah mendekati tujuan akhir: Woodlands CheckPoint. Nah Woodlands Checkpoint ini merupakan stasiun akhir kereta kelana kami sekaligus gerbang imigrasi menuju Singapore.

kami pun bergegas membawa barang bawaan, lantas menuju tempat pengambilan form kedatangan. Barulah setelah selesai mengisi kami antri menuju loket imigrasi. Antriannya tidak terlalu heboh, semuanya tertib, semua loket berfungsi ngga ada yang ngganggur kaya di kasir giant. Petugasnya pun ngga rese sebagaimana saya banyak membaca cerita orang di imigrasi Singapore. Bahkan Isan Sitorus pun lolos membawa satu bungkus malrboro merah. 😀

Tak sampai 1 jam kami pun sudah memasuki Negara Singapore.Hore!

First Stop

Keluar Woodlands Checkpoint kami pun segera mencari bus yang mengarah ke lokasi hostel kami. Oiya, kami menginap di Hostel B88 di Jalan Besar, tak jauh dari little India dan Bugis. Berbekal directions dari email si hostel, kami pun menaiki bis bernomor 170.

Masih menurut directions, bis 170 akan melewati hostel kami. Tapi memang dasar ngaro Indon yang mindsetnya “Naik MRT pasti lebih cepat” akhirnya kami turun di Statsiun MRT Kranji untuk menuju Stasiun MRT Bugis.

Nah, disinilah bermula beragam culture shock alias kebingungan. Salah satunya adalah tiket MRT. Secara simple, bagi yang ngga punya tiket terusan bisa langsung membeli di mesin tiket. Sedangkan bagi pemiliki kartu EZ Link bisa langsung tapping out di gate yang tersedia.

Nah beruntungnya saya dan Haekal adalah mendapat pinjaman EZ Link yang sudah ada isinya, jadilah kami tinggal tapping out. Sedangkan ngaro Isan harus beli tiket melalui mesin.

Menurut saya, kalau yang mau trip ke Singapore lebih dari sehari sebaiknya membeli si EZ Link ini, karena dalam sehari kita bisa menggunakan public transportation (MRT atau Bis) lebih dari tiga kali. Jadi dengan adanya si EZ Link ini kita bisa hemat waktu dan tinggal tapping out saja.

Balik lagi perjalanan menuju hostel. Setelah perjalanan selama 30 menit di MRT akhirya sampai juga di stasiun MRT Bugis. Nah ini the beginning of the adventure. Kemampuan baca peta diuji disini. Sebenarnya letak si hostel tidak terlalu jauh jauh amat, jika kami langsung berjalan ke arah yang benar. Tapi sayangnya kita sempat kesasar karena berjalan menjauhi arah menuju hostel. Cape, iye. Seru, pasti.

Biar nyasar tetep eksis

Biar nyasar tetep eksis

Setelah akhirya kembali ke arah yang benar kami pun mulai menemui titik terang di mana si B88 Hostel berada. Dan ternyataaa kalau kita tetap nerusin naik bis 170 si bis akan lewat dan berhenti di halte yang jaraknya hanya selemparan kancut doang dari hostel. rrrr.. Ya gapapa artinya kita harus latihan lagi untuk membaca peta. 😀

Sampai Hostel!

Jalan Besar ini kalau diibaratkan seperti jalan suryakencana di bogor atau ABC di Bandung. Berjajar beragam toko yang kebanyakan menjual peralatan rumah tangga. Toko-toko dengan tampilan jaman dulu, dan tiba-tiba nyempil lah si B88 Hostel.

Sampai di hotsel, kita rupanya belum bisa check in. Yasudah sambil istirahat kami leyeh-leyeh dulu di lobi hostel yang kece.

936402_10201477444165812_1950607671_n

lobi hostel yang ke-IKEA-IKEA-an

Setelah leyeh-leyeh, sekitar tengah hari barulah kita bisa bisa check in. Akhirnya bisa meluruskan badan, cuci cuci, dan bersih-bersih.

Tempat obob kita

Tempat obob kita

Next, kami cuma mau jelajah Orchard dari ujung ke ujung, wisata mall. Keluar Mall untuk masuk lagi Mall selanjutnya. Yah gitudeh.. Mungkin ngga banyak yang diceritain. Yang pasti dua ngaro indon boy yang paling kalap belanjanya.

lanja terus sampe mati

lanja terus sampe mati

Berhubung saya bukan ahli belanja, jadi ngga banyak tips atau cerita yang bisa dibagi. Tapi bagi yang pelsir ke Singapore memang Orchard rd ngga boleh dilewatin. Selama masih ada waktu dan tenaga, jajal saja satu per satu mall yang ada. Mungkin sedikit tips biar ngga terlalu wasting time adalah list belanjaan yang mau dibeli dan googling dulu lokasi si tokonya biar kaki ngga capek cin.

Hingga hampir tengah malam, rupanya hasrat belanja belum terpuaskan. Tapi kami berjanji kalau hari kedua adalah harinya untuk city tour yang diceritain di next post yes.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s