Blusu’an Ke Batu karas

morning greeting from Batu Karas

morning greeting from Batu Karas

Weekend kemarin yang mana bukan akhir pekan atau pun tanggal kejepit, saya memutuskan untuk melakukan short escape ke Batu Karas.

Wa?! Pantai!

Saya bersama sembilan teman saya memang sudah merencanakan liburan ke pantai, tapi yang short escape hanyalah saya dan temen kelas pekerja dari ibukota. Mengingat jarak dan waktu tempuh yang cukup jauh, saya pun mencari transportasi apa yang paling praktis menuju Batu karas yang tepatnya berada di desa Cijulang, di selatan Jawa Barat.

Saya pun memilik moda kereta api dari Jakarta Kota yang akan berhenti di Kota Banjar. Sehabis tu barulah disambung bis menuju Cijulang. Dari Cijulang perjalanan lanjut dengan ojek, dan insyaAllah sampai Batu Karas.

Akhirnya diputuskan membeli tiket Kereta Api Serayu Malam yang hanya menyediakan kelas ekonomi seharga Rp.25 ribu. Berangkat dari Jakarta Kota pukul 20.30, kereta Serayu Malam dengan tujuan akhir Kroya ini membutuhkan waktu tujuh jam untuk sampai Kota Banjar.

Wa?! 7 jam?!

Ya! Tujuh jam dengan kursi kelas ekonomi yang  senderannya 90 derajat tanpa pendingin ruangan. Tak apalah, demi sunset dan sunrise.

Terakhir menaikin kereta ekonomi kira-kira empat tahun silam, ramai-ramai ke JOgja dengan waktu tempuh 12 jam dan saat itu belum setertib sekarang, tiket berdiri masih diberlakukan dan pengawasan masih lemah. Namun sekarang, naik kereta ekonomi jaaauuh lebih nyaman.

Setelah menempuh kurang lebih 7 jam, kami pun tiba di Stasiun Banjar sekita pukul 05.30 pagi. Banjar yang kota kecil pun belum menunjukkan aktivitas pada pukul itu. Mau cari angkot menuju terminal pun susah, yang ada abang-abang ojek yang sudah stand by mencari penumpang yang ingin ke terminal.

Tak mau berlama-lama kami pun memutuskan menumpang abang ojek sampai terminal Banjar. Dengan Rp.10 ribu kami pun menuluncur ke terminal yang jaraknya tidak terlalu jauh.

Sampai terminal, lagi-lagi masih sepi. Kami pun menunggu bis Banjar-Cijulang yang baru tiba pukul 06.00. Dari terminal ada beberapa bis yang bisa jadi pilihan menuju Cijulang, ada Budiman atau Sony. Nah kami kebetulan dapat bus Sony yang penampakkannya 11-12 dengan metromini. Duksek gitu deh.

Oiya, dari kota Banjar kita ngga akan menemukan akses langsung menuju Batu Karas (kecuali carter), jadi kita harus menuju Cijulang terlebih dahulu kemudian menuju Batu Karas dengan ojek.

Dari Kota Banjar kita harus menempuh tiga jam untuk sampai Cijulang.

Wa?! 3 Jam?! Duksek?!

Tak apalah toh kita bisa bobo selama perjalanan.

Setelah menempuh jalur Kota Banjar-Padaherang-Pangandaran-Cijulang, kami pun tiba di terminal Cijulang. Langsunglah Rivki (temen seperjalanan) nego harga dengan abang ojek. Harga standar turis Rp 20 ribu, tapi karena kita kelihatan butuh akhirnya deal di angka Rp 25 ribu.

Sebenarnya dari Cijulang letak Batu Karas sudah tidak terlalu jauh. Tapi saat ini kondisi jalan antara Cijulang-Batu Karas sangat sangat hancur, bahkan aspalnya pun sudah tak Nampak. Kalau diibaratkan seperti jalan di pedalaman Kalimantan (so’ udah pernah).

Waktu normal sekitar 15 menit, tapi karena harus melalui jalanan off road, kami pun sampai di Batu Karas setelah menempuh waktu perjalanan 20 menit.

SAMPAI BATU KARAS! PANTAI PANTAI!!

photo (20)

Begitulah kira-kira suara hati saat si abang ojek masuk ke pertigaan Batu Karas yang langsung menghadap laut. Akhirnya! Setelah hampir 12 jam perjalanan pantat tepos, kurang tidur sampailah di tempat tujuan dan bergabung dengan teman di Penginapan Teratai (200 rb/malam).

Batu Karas pantai yang ramah, sudah empat kali berkunjung tidak ada perubahan yang berarti. Namun tetap menyenangkan.

Setelah cuci badan, rebahan sebentar, kami pun langsung menuju rumah makan Kang Ayi untuk santap siang dan lanjut leyeh-leyeh di tepi pantai.

Walau Cuma satu malam, tapi benar-benar me-refresh-kan otak yang empet di ibukota. Bermain ombak, leyeh leyeh pinggir pantai, mengejar sunrise, semuanya pas!

Kami pun pulang dengan travel 4848 langsung menuju Bandung. Ternyata akses pulang jauh lebih mudah dan menyenangkan! Tapi yang terpenting dari perjalanan ini saya bisa ngebuktiin kalau kita ngga harus ambil cuti atau menanti long weekend untuk jalan-jalan ke pantai.

Good Escape, Good Friends, Good Time!

photo (17)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s